Kursi Infantino Digoyang, Donald Trump Beri Pembelaan

Soccer Update

Kursi Infantino Digoyang, Donald Trump Beri Pembelaan

detikSport - detikJabar
Rabu, 12 Agu 2026 12:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 U.S. President Donald Trump and FIFA President Gianni Infantino during the trophy presentation after the match IMAGN IMAGES via Reuters/Mark J Rebilas     TPX IMAGES OF THE DAY
Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino saat menghadiri seremoni penyerahan Piala Dunia kepada Spanyol di New Jersey pada 19 Juli lalu. (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/MARK J REBILAS)
Jakarta -

Donald Trump turun tangan membela Gianni Infantino yang tengah menghadapi tekanan untuk meninggalkan kursi Presiden FIFA. Presiden Amerika Serikat itu bahkan memperingatkan FIFA agar tidak mengganti Infantino.

Trump menyampaikan dukungan tersebut melalui media sosial Truth. Ia menilai FIFA akan melakukan kesalahan besar jika mengganti Infantino dari posisi yang saat ini dia pegang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"FIFA akan membuat kesalahan besar jika, dengan alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump di media sosial.

"Dia luar biasa, baru saja memimpin Piala Dunia yang paling sukses-empat kali lipat lebih sukses-dari yang pernah diselenggarakan. Jika dia pergi, acara itu takkan pernah sesukses atau seuntung itu lagi," katanya.

ADVERTISEMENT

Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. FIFA mengklaim turnamen tersebut menghasilkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp268 triliun.

Namun, setelah Piala Dunia 2026 berakhir, Infantino menghadapi tekanan baru. Ia mewacanakan penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada pihak swasta.

Melalui proyek FIFA Forward Enterprise (FFE), FIFA berencana melepas 20 persen saham kepada investor. Perusahaan swasta Thrive Eteral, yang juga dimiliki saudara menantu Donald Trump, dikabarkan akan memimpin kelompok investor jika rencana tersebut terealisasi.

Rencana itu kemudian memicu kecaman terhadap Infantino. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut sama saja dengan upaya menjual sepak bola demi kepentingan finansial.

Tekanan terhadap Infantino juga merambah ke kepemimpinannya di FIFA. Konfederasi sepak bola Asia, Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Eropa (UEFA) disebut mengambil sikap agar Infantino mundur.

Di sisi lain, FIFA menyatakan Infantino masih mendapat dukungan untuk melanjutkan kepemimpinannya. Sejumlah federasi, termasuk Indonesia dan Argentina, juga disebut memberikan dukungan kepada pria asal Swiss tersebut.

Persaingan untuk memperebutkan kursi nomor satu FIFA pun masih berlangsung. Di tengah situasi tersebut, Donald Trump akhirnya ikut angkat suara dan menyatakan dukungannya kepada Gianni Infantino.

Baca berita selengkapnya di detikSport.

(yna/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads