Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turun tangan membela Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah menghadapi tekanan untuk mundur. Trump memperingatkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) agar tidak mengganti Infantino.
Peringatan itu disampaikan Trump setelah rencana FIFA menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta memicu polemik. Melansir detikNews, rencana tersebut akhirnya dibatalkan, tetapi kontroversi yang muncul membuat posisi Infantino ikut tertekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump menyebut FIFA akan melakukan "kesalahan yang parah" jika mempertimbangkan untuk mengganti Infantino.
"FIFA akan melakukan kesalahan yang parah jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," kata Trump dalam pernyataan via akun media sosial Truth Social.
Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016. Masa jabatannya dijadwalkan berakhir pada 2027, tetapi ia sedang berupaya memperpanjang masa kepemimpinannya hingga 2031.
Di tengah tekanan tersebut, Trump justru memberikan pujian kepada Infantino. Ia menyebut Infantino sebagai sosok yang "luar biasa" dan mengklaim sang presiden FIFA telah memimpin penyelenggaraan "Piala Dunia paling sukses, empat kali lipat lebih sukses, dibandingkan yang pernah ada".
"Jika dia pergi, kompetisi ini tidak akan pernah lagi sesukses atau menguntungkan seperti itu lagi!" ucap Trump memperingatkan.
Pernyataan Trump muncul ketika tekanan terhadap Infantino semakin besar akibat rencana penjualan sebagian saham hak komersial Piala Dunia yang gagal terealisasi.
UEFA, CONCACAF, dan AFC bahkan menyampaikan surat terbuka bersama pada Senin (10/8). Ketiga konfederasi tersebut menyebut rencana penjualan saham hak komersial sebagai "pelanggaran kepercayaan yang mendasar" terhadap institusi-institusi yang seharusnya dilayani FIFA.
"Ketika kepercayaan dirusak melalui tipu daya, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kepentingan bersama yang telah mempercayakan wewenang kepadanya, maka kewajiban itu telah diabaikan," tegas surat terbuka tersebut, yang mengkritik Infantino.
FIFA sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan dalam rencana tersebut. Dalam pertemuan krisis di Maroko, para pejabat senior FIFA disebut telah "menegaskan kembali dukungan penuh" mereka terhadap kepemimpinan Infantino.
FIFA juga memastikan rencana penjualan saham tersebut tidak akan dilanjutkan.
"Kami tidak akan lagi mentoleransi serangan apa pun terhadap integritas kami, tata kelola yang baik, dan prosedur yang semestinya, serta akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga nama baik dan reputasinya," tegas FIFA dalam pernyataannya.
Di tengah tekanan dari sejumlah konfederasi sepak bola, dukungan Trump kini menjadi suara berbeda yang secara terbuka mempertahankan posisi Infantino sebagai orang nomor satu di FIFA.
Artikel ini sudah tayang di detikNews, selengkapnya di sini
