Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyambut baik Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung menjadi salah satu venue Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen internasional tersebut dijadwalkan bergulir pada September hingga Oktober.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa pertemuan dengan Kemenpora, Pemprov Jabar, hingga perwakilan panitia. Lokasi pertandingan yang akan digunakan adalah Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung).
"Ini sebuah kebanggaan bagi kami, Jalak Harupat menjadi lokus untuk kegiatan FIFA Asean Cup 2026 karena dianggap sudah memenuhi standar internasional," ujar Dicky kepada awak media, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dicky memastikan pihaknya siap memastikan kesiapan teknis venue stadion yang standarnya telah ditentukan oleh FIFA. Apalagi Stadion Si Jalak Harupat telah berpengalaman menggelar event internasional sekelas Piala Dunia U-17. "Tentunya tidak akan jauh berbeda standar FIFA yang harus kita akomodir dalam pelaksanaan Asean Cup juga," katanya.
Dicky menjelaskan bahwa perwakilan FIFA akan mendatangi Stadion Si Jalak Harupat dalam waktu dekat. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan asesmen kembali terhadap beberapa fasilitas di stadion tersebut.
"Insyaallah dalam waktu dekat dari FIFA akan datang ke Jalak Harupat untuk re-asesmen beberapa penunjang kelengkapan dan standarisasi untuk penyelenggaraan nanti," jelasnya.
Pihaknya berharap tidak banyak bagian yang harus diperbaiki dari segi fasilitas dan sarana yang ada di stadion. Pasalnya, stadion tersebut baru saja sukses digunakan untuk turnamen Piala Presiden.
"Tinggal memang peningkatan dari sisi aspek sarana prasarana penunjang, artinya dari sisi aspek kebersihan, sanitasi, dan juga beberapa penunjang lain seperti parameter, terus juga billboard dan sebagainya," kata Dicky.
Dia menambahkan bahwa pasca-turnamen Piala Presiden, tidak ada kerusakan pada fasilitas stadion. Menurutnya, bagian rumput pun masih dalam kondisi baik dan terus dilakukan pemeliharaan rutin.
"Kita harus terus menjaga kualitas supaya rumput tetap stabil dan tetap aman untuk jadi standar internasional. Juga untuk lampu juga alhamdulillah kemarin juga tidak ada hal, tidak ada kendala, tidak ada kekurangan terkait lampu," bebernya.
"Saat ini juga mudah-mudahan nanti untuk Asean Cup juga bisa masih stabil, bisa dipakai dengan layak. Terus juga untuk bench, itu juga kursi-kursi penonton, ya kita akan evaluasi lagi, takut ada yang mengalami kerusakan kita akan perbaiki," tambahnya.
Dicky mengaku sanggup memperbaiki fasilitas jika hanya membutuhkan skala kecil. Namun, menurutnya, jika terdapat perbaikan dengan skala besar, diharapkan bisa dibantu secara langsung oleh pihak panitia.
"Kita akan berharap mudah-mudahan panitia penyelenggara dari pusat, baik dari Kemenpora ataupun dari FIFA bisa membiayai apa perbaikan-perbaikan yang memang sifatnya secara besar," katanya.
Penyelenggaraan turnamen bergengsi ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di Kabupaten Bandung, termasuk meningkatkan tingkat okupansi hotel di wilayah tersebut.
"Momentum untuk FIFA Asean Cup ini, kita juga tidak hanya sukses dalam hal penyelenggaraan di stadion, tapi juga berharap ada multiplier effect yang bisa dihasilkan, yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga MICE ya, pariwisata dan hotel dan restoran bisa menjadi ajang kena pendapatan daerah," pungkasnya.
(iqk/iqk)
