Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, kembali dipercaya menjadi salah satu venue pertandingan internasional. Kali ini, stadion tersebut dipastikan masuk dalam daftar lokasi penyelenggaraan Premier Division atau Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia akan menjadi tuan rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 23 September 2026. Selain Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu stadion yang disiapkan untuk menggelar pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat, Hery Antasari, membenarkan penunjukan Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu venue. Menurutnya, Jawa Barat sudah mendapatkan kepastian untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen tersebut.
"Iya, jadi kita diundang karena kita salah satu yang akan menjadi tuan rumah. Bandung-nya kabupaten berarti," ujar Hery saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Hery menyebut status Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue sejauh ini sudah final. Terlebih, pelaksanaan turnamen sudah semakin dekat sehingga persiapan daerah harus segera dilakukan.
"So far sudah fix lah kan sudah dekat juga ya. Jadi makanya hadir juga dari Kabupaten Bandung-nya langsung kan," katanya.
Selain venue pertandingan, sejumlah fasilitas olahraga di Jawa Barat juga disiapkan sebagai bagian dari kebutuhan penyelenggaraan. Lapangan latihan utama akan menggunakan fasilitas lapangan ITB, Arcamanik dan Sidolig. Sementara lapangan cadangan disiapkan di IPDN dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor.
Namun, Dispora Jabar belum mengetahui secara pasti pertandingan mana saja yang akan dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat. Penentuan tersebut masih dalam pembahasan panitia penyelenggara bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Belum, belum ada. Nanti itu masih digodok ya oleh panitia ya dari Kemenpora juga," ucap Hery.
Bagi Hery, kepercayaan kembali diberikan kepada Jawa Barat bukan sesuatu yang datang tanpa alasan. Pengalaman panjang menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga, termasuk Piala Dunia U-17 2023, menjadi modal penting.
Hery menilai pengalaman tersebut menunjukkan kesiapan Jawa Barat dalam menggelar event olahraga berskala internasional. Terlebih, FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen yang berada di bawah naungan FIFA.
"Ya saya kira Jawa Barat sudah menjadi langganan ya, baik di event nasional, event regional, dan kali ini meskipun skalanya regional tapi ini adalah hajatnya FIFA. Jadi kami punya pengalaman baik ketika menyelenggarakan Piala Dunia usia 17 kan ya," tuturnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut turut menjadi pertimbangan sehingga Jawa Barat kembali dipercaya. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas fasilitas yang digunakan tetap terjaga.
"Sehingga mungkin FIFA juga dan juga panitia lokal di PSSI dan juga Kemenpora menganggap bahwa kesiapan kita ini salah satu yang tidak perlu lagi diragukan gitu," katanya.
"Tinggal bagaimana kita mempertahankan kualitas-kualitas infrastrukturnya. Dan saya sih menyambut baik ya, karena berarti kan perputaran ekonomi yang berarti kepercayaan juga begitu," sambung Hery.
Meski venue sudah ditetapkan, persiapan teknis di Jawa Barat masih akan dimatangkan. Dispora Jabar masih menunggu arahan lebih detail terkait jadwal pertandingan, tim yang akan bertanding, hingga kebutuhan akomodasi.
"Persiapannya nanti kita akan rapatkan ya karena kami juga secara teknis kan belum mendapatkan arahan teknis mengenai tanggal, tim mana saja, hotel mana yang dipakai, kemudian apa yang diharapkan dari pemerintah provinsi selain infrastruktur lapangan begitu," ungkapnya.
Koordinasi dengan pihak terkait pun akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi. Hery memastikan Jawa Barat siap menyesuaikan diri dengan kebutuhan turnamen.
"Saya kira setiap dua hari akan ada rapat koordinasi dan kita akan tindaklanjuti di rapat-rapat kita. Yang pasti apapun ya kita harus siap gitu," pungkasnya.
(bba/sud)
