JFA Tolak Dukung Infantino, Sebut FIFA Lakukan Pemerasan

Round-up

JFA Tolak Dukung Infantino, Sebut FIFA Lakukan Pemerasan

detikSport - detikJabar
Rabu, 05 Agu 2026 17:00 WIB
ZURICH, SWITZERLAND - OCTOBER 13: A FIFA logo next to the entrance during part I of the FIFA Council Meeting 2016 at the FIFA headquarters on October 13, 2016 in Zurich, Switzerland. (Photo by Philipp Schmidli/Getty Images)
Kantor FIFA. (Foto: Philipp Schmidli/Getty Images)
Jakarta -

Asosiasi Sepak Bola Yordania (JFA) melontarkan kritik keras kepada FIFA. Organisasi sepak bola yang dipimpin Presiden FIFA Gianni Infantino itu dituding melakukan pemerasan melalui sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan Yordania.

Tudingan tersebut disampaikan langsung Presiden JFA, Ali bin Al Hussein melalui unggahan panjang di akun X miliknya pada Selasa (4/8) malam. Dalam pernyataannya, ia membeberkan beberapa persoalan yang dialami Yordania sejak mengikuti berbagai ajang yang berada di bawah naungan FIFA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali bin Al Hussein mengawali kritiknya dengan menyoroti kesulitan yang dialami suporter Yordania saat ingin menyaksikan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Menurutnya, tidak semua pendukung memperoleh visa meski telah memiliki tiket resmi pertandingan.

"Pertama, membawa para pendukung kami ke Amerika Serikat: tidak semua di antaranya mendapat visa, meskipun mereka sudah memiliki tiket-yang kita ketahui juga dijual dengan harga selangit," kecam Ali bin Al Hussein.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Ali bin Al Hussein mengungkapkan bahwa tim nasional Yordania juga harus menanggung beban pajak yang besar karena bermarkas di Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026. Ia menilai kondisi tersebut tidak adil karena peserta yang bermarkas di Kanada maupun Meksiko tidak mengalami hal serupa.

"Kedua, kami dikenakan pajak pemerintah AS melalui FIFA atas partisipasi kami. Uang yang seharusnya diperuntukkan bagi para pemain dan staf. Hal ini tidak terjadi pada mereka yang bermain dan bermarkas di Kanada dan Meksiko. Namun, kami kebetulan berada di AS, sehingga kini kami harus menanggung biaya pajak yang sangat besar akibat partisipasi tersebut," ungkapnya.

Ali bin Al Hussein juga menyoroti belum cairnya hadiah yang menjadi hak Yordania setelah tampil sebagai runner-up Piala Arab 2025 di Qatar. Menurutnya, hingga kini FIFA belum menyalurkan dana tersebut kepada tim.

"Kami telah menunggu uang hadiah untuk para pemain kami sejak Desember untuk Piala Arab di Qatar, yang merupakan ajang FIFA. Uang yang seharusnya diterima tim kami karena telah mencapai final belum disalurkan, sementara pada saat yang sama FIFA membanggakan berapa miliar yang mereka miliki sebagai cadangan," kecamnya.

Pada bagian akhir pernyataannya, Ali bin Al Hussein menilai persoalan yang dihadapi JFA berakar pada kepemimpinan FIFA. Ia mengaku sempat menerima pesan lisan yang mengaitkan dukungan terhadap Gianni Infantino dengan bantuan untuk asosiasi sepak bola Yordania.

"Jelas masalahnya sebenarnya terletak pada kepemimpinan. Selama berbulan-bulan, FIFA terus menolak membantu kami dalam hal ini maupun masalah lainnya, sampai akhirnya disampaikan secara lisan kepada saya selama Piala Dunia bahwa jika saya mendukung Infantino, hal itu akan sangat membantu Asosiasi Sepakbola kami," ungkapnya.

Ali bin Al Hussein menegaskan JFA tidak akan mengubah sikapnya. Ia menyebut organisasi yang dipimpinnya tetap menjunjung nilai-nilai etika dan menolak tunduk terhadap tekanan yang disebutnya sebagai bentuk pemerasan.

"Kami di Yordania bangga menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak pernah mendukungnya sebelumnya dan tentu saja tidak akan melakukannya sekarang. Namun, seluruh situasi ini merupakan bentuk pemerasan dan kami menolak untuk menyerah pada hal itu," tutup Ali Bin Al Hussein.

Pernyataan tersebut menambah daftar asosiasi sepak bola yang tidak lagi mendukung Gianni Infantino. Sebelumnya, Inggris, Wales, Finlandia, dan Swedia juga telah menarik dukungan terhadap Presiden FIFA asal Swiss tersebut.

Baca selengkapnya di detikSport.

(yna/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads