Rivalitas Persib Vs Persija yang Berganti Rupa

Piala Presiden 2026

Rivalitas Persib Vs Persija yang Berganti Rupa

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Rabu, 05 Agu 2026 07:15 WIB
Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dokumentasi Piala Presiden 2026)
Bandung -

Panas, keras, dan penuh aroma rivalitas menjadi bumbu yang kerap tersaji saat Persib Bandung dan Persija Jakarta bertemu. Itu karena ada sejarah panjang hingga adu gengsi dan prestasi di antara kedua tim.

Setiap keduanya bermain, tak jarang emosi pemain tumpah di lapangan. Bahkan, tak jarang pelatih hingga staf kedua tim juga bersitegang di pinggir lapangan.

Di sisi lain, suporter di tribun stadion juga sesekali terbakar emosi melihat situasi di lapangan. Tetabuhan hingga nyanyian dari tribun pun seolah jadi pengiring jalannya pertarungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persib vs Persija adalah pertarungan Maung dan Macan yang tersaji di lapangan dalam wujud para pemain kualitas jempolan. Setiap dari mereka yang bertempur kerap 'kerasukan' semangat yang tak wajar, membara, dan sesekali sulit menahan diri.

Seringkali emosi juga tak bisa dikunci. Sedangkan di hadapan sang pengadil lapangan, ada aturan yang harus ditegakkan. Setiap pelanggaran yang tak bisa ditolerir bakal diganjar kartu kuning atau merah.

ADVERTISEMENT

Hujan kartu pun seolah jadi hal biasa dalam pertarungan yang kerap disebut 'El Clasico Indonesia' tersebut. Jumlah kartu yang keluar di laga Persib vs Persija pun cukup mencengangkan.

Akan tetapi, semua itu berubah di semifinal Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). Di sini, Persib dan Persija bertarung satu sama lain.

Hasilnya, Persib menang 2-1 atas Persija. Uilliam Barros mencetak gol lewat sepakan first time di kotak penalti memaksimalkan umpan sepak pojok dari Luciano Guaycochea pada menit 23. Satu gol lagi lewat eksekusi penalti Balsa Sekulic menit 29.

Sedangkan gol Persija dicetak Kwon Chang-hoon pada menit 86 memanfaatkan umpan dari Victor Dethan. Namun, itu jadi satu-satunya gol Persija. Sehingga, Persib pada akhirnya menang 2-1.

Kemenangan itu membuat Persib melenggang ke babak final Piala Presiden 2026. Persib akan bertemu Persebaya Surabaya yang mengalahkan Arema FC 1-0 di semifinal.

Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dokumentasi Piala Presiden 2026)

Tradisi Hujan Kartu

Yang menarik, duel Persib vs Persija di semifinal Piala Presiden 2026 menghadirkan wajah baru. Tak ada lagi hujan kartu yang selama ini menjadi 'tradisi' dalam pertemuan kedua tim.

Di laga semifinal, duel Persib vs Persija hanya diwarnai tiga kartu kuning yang dikeluarkan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Ini jadi kartu kuning paling sedikit bagi pemain dalam pertemuan kedua tim sepanjang 5 tahun terakhir.

Jika ditarik ke belakang, dalam 5 musim pertemuan kedua tim di kompetisi domestik, baik saat era Liga 1 atau Super League, total keduanya sudah 10 kali bertarung. Dari 10 pertarungan itu, setidaknya 64 kartu kuning sudah keluar.

Selain itu, ada empat kartu merah. Rinciannya adalah tiga kartu merah langsung dan satu kartu merah tidak langsung alias akumulasi akibat dua kartu kuning dalam satu laga.

Jika ditotalkan, 68 kartu sudah melayang bagi pemain dari kedua kubu hanya dalam 10 laga pada 5 musim terakhir, tepatnya sejak musim 2021/2022. Itu hanya untuk pemain, tidak termasuk untuk pelatih hingga staf yang sesekali juga kerap mendapatkan kartu.

Jika dikalkulasi, rata-rata setiap laga Persib vs Persija diwarnai hampir 6,8 atau nyaris 7 kartu untuk pemain. Namun, fakta di lapangan, yang terjadi justru kadang jauh lebih banyak. Duel 'El Clasico Indonesia' bahkan pernah diwarnai 12 kartu kuning dalam satu laga.

Ini terjadi pada Liga 1 2022/2023, tepatnya pada 31 Maret 2023. Saat itu, laga yang digelar di Stadion Patriot Chandrabhaga itu berakhir 2-0 untuk kemenangan Persija.

Yang cukup menyita perhatian saat itu adalah terjadi hujan kartu. Tak ada kartu merah yang keluar dari saku wasit, tapi jumlah kartu kuning mencapai 12, masing-masing enam untuk pemain dari kedua kubu.

Jumlah kartu ini jadi bukti jika pertemuan kedua tim memang kerap panas. Benturan keras dan terkadang tak bisa ditolerir kerap terjadi.

Data kartu di laga Persib Bandung vs Persija Jakarta.Data kartu di laga Persib Bandung vs Persija Jakarta. (Foto: Olah visual menggunakan ChatGPT)

Emosi Terkendali, Adu Strategi

Situasi berbeda tersaji di semifinal Piala Presiden 2026. Persib dan Persija sama-sama tampil ngotot sejak laga dimulai dengan batasan fair play yang dijaga pemain dari kedua kubu.

Dominasi permainan ada di bawah kendali Persib sejak. Sesekali, Persija bisa merepotkan Persib lewat skema serangan balik.

Di babak kedua, permainan Persija berkembang lebih baik. Sedangkan Persib cukup kewalahan meladeni rentetan variasi serangan Persija.

Seperti layaknya pertandingan sepakbola, benturan kerap terjadi di antara pemain kedua tim. Akan tetapi, tak ada pelanggaran yang dinilai kelewat batas.

Protes beberapa kali dilayangkan pemain kepada wasit karena berbeda pandangan dengan sang pengadil lapangan. Namun, semuanya masih dalam batas terkendali, termasuk pelanggaran yang dilakukan. Hasilnya, hanya tiga kartu kuning yang dikeluarkan wasit Yudai Yamamoto di laga tersebut kepada pemain.

Tiga kartu kuning diberikan untuk pemain Persib, yaitu Adam Alis, Kakang Rudianto, dan Dedi Kusnandar. Sedangkan pemain Persija nihil kartu.

Data ini menjadi bukti jika duel 'El Clasico Indonesia' bisa hadir dengan berganti rupa atau wajah baru. Kedua tim bisa lebih fokus beradu permainan apik dengan emosi lebih terkendali. Di sisi lain, pelatih dari pinggir lapangan konsentrasi penuh meramu taktik.

Seusai laga, para pemain kedua tim tak ada yang berakhir bentrok atau cekcok seperti sebelum-sebelumnya. Pemain kedua kubu saling bersalaman dan berangkulan satu sama lain. Begitu juga dengan tim pelatih dan staf. 'El Casico Indonesia' edisi kali ini jauh lebih adem dan tak dibumbui 'drama' di luar laga.

Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dokumentasi Piala Presiden 2026)

Apresiasi dan Ambisi

Pelatih Persib, Igor Tolic, mengatakan di babak pertama timnya bermain cukup baik. Sehingga, 'Maung Bandung' bisa unggul 2-0. Namun, situasi berbeda terjadi pada babak kedua.

"Di babak kedua saya melihat semua orang (pemain Persib) sudah mulai kelelahan," kata Igor.

Sebaliknya, Persija justru tampil tanpa beban pada babak kedua. Mereka tampil lebih spartan dan penuh semangat. Sehingga, satu gol yang memperkecil kedudukan bisa dihasilkan Persija.

"Apresiasi juga untuk para pemain Persija yang sudah menunjukkan permainan terbaiknya," puji pria asal Kroasia itu.

Sementara itu di sisa waktu yang mepet, Igor akan berusaha memaksimalkan para pemainnya. Sebab, Persib tentu tak mau melenggang ke final dan membuang peluang juara begitu saja.

Gelandang Persib, Luciano Guaycochea, juga mengamini jika para pemain mengalami kelelahan. Namun, tekad untuk menang turut mengantar Persib bisa melenggang ke final.

Kini, final sudah di depan mata. Para pemain pun punya ambisi untuk menampilkan permainan terbaik dan menjadi juara sesuai harapan Bobotoh.

"Kami ingin menjadi juara, sehingga kami akan berusaha semaksimal mungkin," tegas Lucho, sapaan Luciano Guaycochea.

Harapan Rivalitas

Di sisi lain, pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengucapkan selamat dan mengapresiasi Persib. Soal skor, ia jelas mengakui bukan hal yang diinginkan. Namun, ia menghargai hasil akhir yang tak bisa berubah.

"Pastinya skor ini tidak saya inginkan. Saya tidak puas (dengan penampilan Persija). Tapi saya juga respek dengan keputusan wasit dan semuanya," tutur STY.

Kini, STY akan fokus melakukan berbagai kelemahan Persija dan meningkatkan kelebihan yang sudah dimiliki. Sehingga, di kompetisi nanti, 'Macan Kemayoran' diharapkan bisa berbicara banyak.

Bek kiri Persija, Pratama Arhan, juga turut mengucapkan selamat kepada Persib. Soal kelemahan Persija, hal itu akan diperbaiki bersama tim pelatih.

Dalam kesempatan itu, Arhan kemudian berbicara soal harapannya terkait rivalitas Persija dan Persib. Ia berharap ke depan rivalitas tetap ada, tapi dalam batas wajar dan tidak merembet ke luar lapangan. Suporter kedua kubu pun diharapkan bisa diliputi suasana positif.

"Saya berharap rivalitas hanya di lapangan saja selama 90 menit. Karena di luar kita juga saling teman, saling sapa, kita seperti sahabat lah," ucapnya.

"Untuk para suporter saya berharap juga bisa sama seperti pemain, rivalitas hanya 90 di lapangan. Semoga ke depannya bisa sama gitu, layaknya sahabat," pungkas Arhan.

Halaman 2 dari 2
(orb/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads