FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, UEFA Berang!

Soccer Update

FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, UEFA Berang!

Bayu Baskoro - detikJabar
Rabu, 29 Jul 2026 11:30 WIB
ANTALYA, TURKIYE - MARCH 31: Iran national football team players hold photos of children killed in war as they walk onto the pitch ahead of a friendly match against Costa Rica attended by FIFA President Gianni Infantino in Antalya, Turkiye, on March 31, 2026. (Photo by Orhan Cicek/Anadolu via Getty Images)
Presiden FIFA Gianni Infantino (Foto: Orhan Cicek/Anadolu via Getty Images).
Bandung -

Dunia sepak bola internasional mendadak geger. FIFA dikabarkan tengah menyusun rencana berani untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Langkah ini pun langsung memicu reaksi keras dan kecaman dari UEFA.

Berdasarkan laporan The Times, Presiden FIFA Gianni Infantino disebut-sebut sedang menggodok proposal untuk membentuk sebuah perusahaan baru yang akan mengelola turnamen sepak bola paling bergengsi di planet ini. Pria berusia 56 tahun itu kabarnya sudah menyiapkan cetak biru untuk proyek ambisius tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan baru ini rencananya akan diberi nama FIFA Forward Enterprise (FFE). Nantinya, FFE bakal memegang kendali penuh atas pengelolaan kompetisi-kompetisi elite di bawah naungan FIFA, mulai dari Piala Dunia hingga Piala Dunia Antarklub.

Meski FIFA tetap diposisikan sebagai pemegang saham mayoritas, sebagian saham FFE akan dilepas ke pihak swasta. Nilai investasinya pun tak main-main, ditaksir mencapai angka fantastis 20 miliar dolar AS atau setara dengan Rp362 triliun.

Menariknya, sejumlah tokoh yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kabarnya telah dimintai pendapat terkait proposal ini. Jika rencana ini gol, pengawasan Piala Dunia bisa beralih ke tangan perusahaan swasta, padahal selama ini FIFA berstatus sebagai organisasi nirlaba yang terdaftar sebagai badan amal di Swiss.

Namun, jalan FIFA tidak akan mulus. Wacana komersialisasi besar-besaran ini mendapat perlawanan sengit dari UEFA. Otoritas sepak bola tertinggi di Eropa tersebut menilai langkah FIFA membentuk perusahaan swasta untuk mengatur turnamen internasional sudah melampaui batas kewenangan.

"Ini melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepakbola," UEFA menuliskan dalam pernyataan resmi, Selasa (28/7/2026) malam WIB.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Jepang Ingatkan Brasil Agar Tak Meremehkan di Piala Dunia"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads