Tuchel Bertaruh dengan Lima Bek, Inggris Malah Tumbang

Soccer Update

Tuchel Bertaruh dengan Lima Bek, Inggris Malah Tumbang

Afif Farhan - detikJabar
Kamis, 16 Jul 2026 18:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Mexico v England - Estadio Azteca, Mexico City, Mexico - July 5, 2026 England manager Thomas Tuchel reacts REUTERS/Paul Childs
Thomas Tuchel (Foto: REUTERS/Paul Childs)
Jakarta -

Timnas Inggris harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis 1-2 dari Argentina. Keputusan manajer Thomas Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek saat timnya unggul pun menjadi sorotan karena dinilai gagal mempertahankan keunggulan.

Semifinal yang berlangsung di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Kamis (16/7) dini hari WIB itu sempat berjalan sesuai rencana The Three Lions. Anthony Gordon membawa Inggris unggul 1-0 pada menit ke-55 lewat sontekan jarak dekat.

Namun, setelah memimpin, Tuchel memilih pendekatan yang lebih defensif. Pada menit ke-72, ia menarik Gordon dan memasukkan Ezri Konsa untuk menerapkan skema lima bek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan tersebut membuat Inggris lebih banyak bertahan. Argentina pun leluasa menguasai permainan dan terus menekan pertahanan lawan.

ADVERTISEMENT

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Melansir detikSport, dua assist Lionel Messi menjadi awal kebangkitan Albiceleste. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan lewat sundulan pada masa injury time.

Usai pertandingan, Tuchel mengakui keputusan taktisnya akan menjadi bahan kritik. Namun, ia menegaskan seluruh tanggung jawab atas kekalahan berada di pundaknya sebagai pelatih.

"Ini semua adalah tanggung jawab pelatih. Ketika segalanya gagal, sangat mudah untuk disalahkan," ujar Tuchel, dikutip dari BBC.

Pelatih asal Jerman itu kemudian menjelaskan alasan di balik penerapan formasi lima bek. Menurutnya, Argentina terus menemukan ruang di lini belakang Inggris sehingga diperlukan tambahan pemain bertahan.

"Kami memutuskan untuk menggunakan formasi lima bek karena celahnya terlalu terbuka," ungkap Tuchel.

Ia juga menilai Argentina sangat dominan dalam duel udara dan terus mengirim umpan silang ke kotak penalti, sehingga perubahan formasi dianggap sebagai solusi terbaik saat itu.

"Argentina memenangkan setiap duel udara, mereka terus melakukan umpan silang, jadi kami menggunakan formasi lima bek untuk menutup celah di dalam dan lebih kuat di udara," tutupnya.

Pada akhirnya, strategi tersebut tidak mampu membendung kebangkitan Argentina. Inggris pun harus tersingkir di semifinal, sementara Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, selengkapnya di sini



(aff/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads