Ironi Persib: Skuad Mewah, Lapangan Kurang 'Wah'

Ironi Persib: Skuad Mewah, Lapangan Kurang 'Wah'

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 16 Jul 2026 09:30 WIB
Para pemain Persib saat berlatih.
Para pemain Persib saat berlatih. (Foto: Dok. Persib Bandung)
Bandung -

Di tengah agresivitas Persib Bandung membangun skuad bertabur pemain berkualitas untuk musim 2026/2027, sorotan kini mengarah ke aspek lain yang dinilai belum sejalan dengan status Maung Bandung sebagai klub elite Indonesia, yakni fasilitas latihan.

Meski telah mengelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) selama 30 tahun dan memiliki lapangan pendamping untuk latihan, berbagai fasilitas penunjang seperti training center, gym, hingga sport center belum juga terealisasi. Bahkan, kondisi lapangan latihan dan rumput Stadion GBLA sempat mendapat perhatian dari pelatih Igor Tolic.

Kondisi tersebut memicu kritik dari Bobotoh. Mereka menilai pembangunan infrastruktur klub berjalan lebih lambat dibandingkan perkembangan tim di atas lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menilai kritik yang disampaikan Bobotoh merupakan sesuatu yang positif karena menjadi bentuk kontrol terhadap manajemen Persib.

"Saya menilainya kritik terus saran bagus-bagus aja ya karena kan Bobotoh juga harus jadi quality control buat manajemen Persib juga. Jadi kritik yang berkembang, saran yang berkembang, suara yang berkembang itu adalah bentuk kecintaan Bobotoh kepada Persib gitu," kata Tobias, Rabu (15/7/2026).

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Tobias mengingatkan kritik tersebut juga harus dibarengi dengan kesadaran untuk menjaga fasilitas yang dimiliki klub.

"Tapi tentunya kecintaan terus rasa peduli juga harus diimbangi dengan tingkat kesadaran untuk menjaga yang tinggi juga. Jadi sama-samalah, kita sama-sama harus naik level juga," katanya.

Tobias mengakui ekspektasi Bobotoh terhadap fasilitas latihan Persib memang semakin tinggi. Namun, ia memilih tidak terburu-buru menyalahkan manajemen sebelum mendengar penjelasan resmi mengenai kendala yang dihadapi.

"Ya itu kan ekspektasi dari Bobotoh ya, dari kacamata sudut pandang Bobotoh. Dan beberapa pelatih juga kan sudah menyuarakan. Tapi kan tentunya kita harus tanya juga dari sudut pandang manajemen seperti apa," katanya.

"Tentunya saya tidak mau berkomentar lebih dalam karena saya juga belum mendengar apa penjelasan dari manajemen terkait hal ini. Jangan sampai kita sudah memvonis atau berasumsi sedangkan belum mendengar juga dari sudut pandang yang lain."

Karena itu, ia berharap manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) segera memberikan penjelasan kepada publik mengenai progres pembangunan fasilitas penunjang tim.

Sebab menurut Tobias, Persib dengan prestasinya saat ini dan statusnya sebagai klub elite di Indonesia, idealnya memiliki fasilitas latihan yang lengkap dan berkualitas untuk para pemainnya.

"Iya sebenarnya sebuah klub yang ideal memang harus mempunyai fasilitas latihan yang baik apalagi sekelas Persib harus yang memang kita adalah terbaik di Indonesia, ya tentunya fasilitas latihannya harus terbaik di Indonesia gitu kan," tegasnya.

Para pemain Persib saat berlatih.Pelatih Igor Tolic saat memimpin tim Persib latihan. (Foto: Dok. Persib Bandung)

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum Viking, Arlan Siddha. Menurutnya, Persib memang telah menunjukkan kemajuan dalam pembangunan fasilitas, salah satunya dengan hadirnya lapangan pendamping latihan. Namun, pekerjaan rumah klub masih jauh dari selesai.

"Ya sebenernya memang kalau kita lihat apa yang telah dilakukan oleh manajemen Persib dari tahun ke tahun memang ada banyak perubahan ya, terutama dalam perhatian kepada fasilitas klub," kata Arlan.

"Salah satu yang kemudian cukup bisa kita banggakan adalah terkait dengan lapang pendamping untuk latihan, itu menurut saya sih sudah menjadi keharusan bagi setiap klub," sambungnya.

Meski demikian, Arlan menegaskan fasilitas lain seperti gym dan pusat latihan tetap harus segera diwujudkan agar mendukung performa tim.

"Tapi di sisi lain penunjang-penunjang yang lain memang harus diperhatikan sesegera mungkin. Salah satunya adalah tadi, beberapa fasilitas yang memang belum ada seperti gym dan lain sebagainya," ujarnya.

Arlan menilai kritik yang berkembang di media sosial merupakan hal yang wajar. Menurutnya, Bobotoh hanya ingin Persib berkembang menjadi klub yang benar-benar profesional, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga fasilitas.

"Jadi sebenernya manajemen harus bisa menyikapi itu dengan bijak dan kemudian juga harus memberikan jawaban yang terukur gitu agar ke depan sarana prasarana ini tidak menjadi polemik atau perdebatan," katanya.

Ia mengingatkan bahwa kehadiran pemain-pemain berkelas internasional tidak akan maksimal apabila tidak ditunjang fasilitas yang memadai.

"Kita boleh pemain bagus-bagus dan lain sebagainya boleh, kita juga oke punya pemain yang berstandar internasional dan lain sebagainya, tapi kalau mereka juga abai terhadap fasilitas yang seharusnya mendukung performa mereka kan juga percuma gitu," tegasnya.

Para pemain Persib saat berlatih.Para pemain Persib saat berlatih. (Foto: Dok. Persib Bandung)

Bahkan, Arlan mengaku perkembangan pembangunan infrastruktur Persib hingga saat ini masih berada di bawah ekspektasinya.

"Ya kalau saya pribadi masih di luar ekspektasi ya. Karena kalau kita lihat Persib per hari, kita dikatakan sebagai klub profesional, bisa mendatangkan banyak pemain profesional, pemain-pemain internasional datang tapi kalau tidak didukung dengan fasilitas yang ada kan ya menurut saya sih percuma aja gitu," ujarnya.

Menurut Arlan, kritik yang muncul bukan bertujuan menjatuhkan manajemen, melainkan menjadi dorongan agar Persib terus berkembang.

"Kalau menurut saya ini harus disikapi dengan baik lah. Kalau harapan saya sih manajemen juga harus melihat dan membuka mata gitu ya terkait dengan apa yang dibutuhkan dan kemudian juga manajemen harus bisa mau dan mendengar kritik-kritik dari suporter, dari Bobotoh," katanya.

Ia menambahkan, sebagai klub yang telah meraih tiga gelar liga secara beruntun, Persib sudah semestinya memiliki fasilitas latihan yang sepadan dengan reputasinya.

"Ya kalau persoalannya hal-hal yang lain ya itu kan menjadi urusan manajemen, tapi keinginan para Bobotoh itu kalau pada pandangan saya, pemainnya sudah bagus tapi tidak didukung dengan fasilitas agar performanya lebih baik kan juga percuma juga gitu," jelasnya.

"Termasuk kondisi rumput lapangan GBLA, salah satunya itu. Sebagai tim besar, tim terbaik gitu ya juara tiga kali ya ya harusnya sudah bisa menjawab tantangan-tantangan itu gitu," pungkas Arlan.

Halaman 2 dari 2
(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads