Bruno Guimaraes dikabarkan telah mengambil keputusan besar terkait masa depannya di Newcastle United. Gelandang Timnas Brasil itu disebut ingin mengakhiri kebersamaannya dengan The Magpies dan melanjutkan karier bersama Arsenal pada bursa transfer musim panas ini.
Dilansir detikSport yang mengutip The Athletic, Guimaraes menyampaikan keinginannya tersebut sesaat setelah Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026. Dengan tugas internasional yang telah usai, pemain berusia 28 tahun itu kini fokus menentukan klub yang akan dibelanya musim depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Guimaraes secara langsung meminta manajemen Newcastle membuka pembicaraan dengan Arsenal. Meski masih memiliki sisa kontrak selama dua musim, sang gelandang merasa inilah waktu yang tepat untuk mencari tantangan baru.
Situasi ini juga membuat peluang transfer menjadi lebih terbuka dibandingkan musim-musim sebelumnya. Jika Newcastle sempat memasang harga mencapai 130 juta poundsterling demi mempertahankan salah satu pemain terbaiknya, kini klub disebut siap melepas Guimaraes dengan nilai sekitar 60 juta poundsterling atau setara Rp1,2 triliun.
Turunnya nilai transfer itu diyakini akan mempermudah Arsenal dalam mencapai kesepakatan. Terlebih, proses negosiasi diperkirakan bisa berlangsung lebih cepat setelah Guimaraes tak lagi memiliki agenda bersama Timnas Brasil.
Apabila transfer tersebut terealisasi, Guimaraes akan menjadi pemain penting kedua yang dilepas Newcastle pada jendela transfer kali ini. Sebelumnya, Anthony Gordon lebih dulu hengkang setelah direkrut Barcelona dengan nilai transfer mencapai 69,3 juta poundsterling.
Kepergian Guimaraes tentu menjadi kehilangan besar bagi Newcastle. Sejak bergabung pada 2021, ia berkembang menjadi salah satu gelandang paling konsisten di Liga Inggris dan menjadi sosok penting dalam permainan tim.
Selama membela Newcastle United, Guimaraes telah mencatatkan 192 penampilan di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, ia menyumbang 31 gol serta 32 assist, catatan yang menunjukkan kontribusinya tidak hanya dalam mengatur permainan, tetapi juga membantu produktivitas lini serang.
Artikel ini telah tayang di detikSport.
(iqk/iqk)
