Kekalahan telak Amerika Serikat dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan satu momen yang mencuri perhatian. Penyerang Folarin Balogun terlihat menghampiri pelatih Belgia, Rudi Garcia, sesaat setelah pertandingan berakhir.
Dalam laga yang berlangsung di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7/2026) pagi WIB, Belgia tampil dominan dan menang meyakinkan dengan skor 4-1. Charles De Ketelaere menjadi bintang kemenangan lewat dua gol pada menit ke-9 dan ke-33, sementara Hans Vanaken menambah keunggulan pada menit ke-57 sebelum Romelu Lukaku menutup pesta gol Belgia pada masa injury time. Amerika Serikat hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Malik Tillman pada menit ke-31.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikSport, Balogun sebenarnya menjadi salah satu sorotan bahkan sebelum pertandingan dimulai. FIFA memutuskan menangguhkan hukuman kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar, sehingga striker AS Monaco itu tetap bisa dimainkan melawan Belgia.
Keputusan FIFA tersebut sempat memancing perhatian publik. Penangguhan hukuman Balogun dikabarkan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan komunikasi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait kartu merah yang diterima sang penyerang.
Meski mendapat kesempatan tampil, Balogun gagal menunjukkan performa terbaiknya. Penyerang yang menjadi top skor Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 dengan koleksi tiga gol itu hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari tiga percobaan sepanjang pertandingan.
Usai peluit panjang dibunyikan, Balogun justru memperlihatkan gestur yang mengundang simpati. Ia berjalan menghampiri Rudi Garcia untuk berbicara secara langsung. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan sekaligus respons atas polemik yang mengiringi keputusannya bisa tampil dalam laga penting tersebut.
Garcia mengaku sangat menghargai inisiatif Balogun. Menurut pelatih asal Prancis itu, pemain berusia 25 tahun tersebut tidak pantas dijadikan pihak yang bertanggung jawab atas keputusan yang diambil FIFA.
"Dia datang untuk berbicara dengan saya. Saya sangat menyukai itu," kata Garcia dikutip dari Mirror.
"Ini bukan salahnya; dia bukan orang yang harus disalahkan - dan itulah yang saya katakan kepadanya. Saya sangat menghargai niatnya untuk menemui saya. Saya menghargai pemain ini," jelas Garcia, dikutip dari Mirror.
Artikel ini telah tayang di detikSport.
