Kekalahan Paraguay dari Prancis di babak 16 besar Piala Dunia 2026 rupanya masih menyisakan luka bagi sebagian pendukung La Albirroja. Kekecewaan itu bahkan terbawa hingga perayaan Festival San Juan, salah satu tradisi tahunan yang populer di Paraguay.
Dalam festival tersebut, boneka yang diberi nama Kylian Mbappe dibakar di hadapan masyarakat. Momen itu pun terekam dalam video yang kemudian ramai beredar di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikSport, aksi tersebut berkaitan dengan tradisi Judas Kai, sebuah rangkaian acara dalam Festival San Juan yang identik dengan pembakaran boneka sebagai simbol tokoh atau karakter yang dianggap tidak populer maupun menjadi "musuh rakyat". Tradisi ini memadukan unsur cerita rakyat, humor, hingga kritik sosial.
Mengutip SDP Noticias dari Meksiko, boneka yang mewakili Mbappe dipilih sebagai simbol dalam Judas Kai tahun ini. Dalam video yang viral, boneka bertuliskan nama "Mbappe" tampak digantung di atas tali sebelum dibakar menggunakan obor oleh seorang pria. Sorak-sorai penonton terdengar ketika api mulai membakar boneka tersebut, yang kemudian memunculkan petasan kembang api.
🇵🇾🇫🇷 Los Paraguayos quemaron un muñeco de Kylian Mbappe en las festividades de San Juan.
— 🥊𝕳 BARRAS DEL MUNDO ⚽🍺 (@Barras_LATAM) July 8, 2026
El motivo es quemar a la persona más odiada por todos.
En años anteriores fueron quemadas Doja Cat y políticos Paraguayos.pic.twitter.com/f8GNWzCLxG
Kemarahan sebagian publik Paraguay berawal dari pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026. Saat itu, Prancis menyingkirkan Paraguay dengan kemenangan tipis 1-0 lewat gol penalti yang dicetak Mbappe.
Bukan hanya golnya yang menjadi perhatian. Penyerang Real Madrid tersebut juga menuai kritik karena dianggap menunjukkan sikap provokatif sepanjang pertandingan. Mbappe disebut enggan berjabat tangan dengan kiper Paraguay, Orlando Gill, setelah laga usai.
Selain itu, komentarnya mengenai gaya bermain Paraguay juga memicu reaksi. Kapten Timnas Prancis itu menilai permainan lawannya berlangsung keras dan cenderung "kotor", yang kemudian memperkeruh suasana setelah pertandingan.
Situasi semakin memanas ketika Senator Paraguay, Celeste Amarilla, melontarkan komentar bernada rasis kepada Mbappe. Pernyataan tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Mbappe sendiri, Real Madrid, hingga pemerintah Prancis.
Artikel ini telah tayang di detikSport.
(iqk/iqk)
