HistoriSib

Pria Maroko Paling Dicintai di Bandung

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Selasa, 30 Jun 2026 15:15 WIB
Ilustrasi Redouane Barkaoui. (Foto: ChatGPT)
Bandung -

Bicara soal Bandung dan Maroko, mungkin hanya sedikit catatan, sejarah, atau hubungan yang terbangun di antara keduanya. Namun, jika bicara soal pria Maroko, publik Bandung akan teringat satu nama.

Satu nama itu sangat dicintai bobotoh, sebutan suporter Persib Bandung. Ia punya tempat spesial di hati bobotoh. Sosok itu adalah Redouane Barkaoui.

Lahir di Casablanca, Maroko, pada 4 April 1979, Barkaoui datang ke Bandung dengan reputasi sebagai penyerang tajam. Meski posisi aslinya adalah striker, ia dikenal sebagai pemain versatile yang fasih berperan sebagai second striker hingga gelandang.

Pemain bertinggi badan 180 sentimeter ini mendarat di skuad 'Maung Bandung' pada musim 2006. Kala itu, Persib tengah berada di bawah komando pelatih Arcan Iurie.

Meski kebersamaannya dengan Persib tergolong singkat, yakni hingga tahun 2008, dampak yang diberikan Barkaoui sangat membekas. Selama berseragam Pangeran Biru, ia mencatatkan 55 pertandingan dengan torehan 15 gol.

Mantan pemain Persib Redouane Barkaoui. (Foto: Instagram @barkaouiredouane)

Namun, bukan hanya gol-golnya yang membuat Bobotoh jatuh cinta. Barkaoui punya ciri khas unik yang sangat lokal, yaitu selebrasi tari Jaipong. Bagaimana bisa seorang pria Maroko bisa memeragakan tarian tradisional Jawa Barat?

Usut punya usut, Barkaoui ternyata sering memperhatikan tarian Jaipong selama menetap di Bandung. Kekagumannya pada budaya lokal itulah yang kemudian ia tumpahkan ke dalam lapangan hijau sebagai bentuk perayaan gol.

Setiap kali sukses menggetarkan jala lawan, Barkaoui akan berlari ke sudut lapangan. Ia kemudian melenggak-lenggok selama beberapa detik, memeragakan gerakan tangan dan tubuh layaknya penari Jaipong profesional.

Aksi inilah yang membuatnya begitu identik dengan Persib. Setiap kali ia beraksi, Bobotoh selalu menantikan momen 'Jaipongan' tersebut. Sebab, jika tarian itu sudah muncul, artinya Barkaoui baru saja mencatatkan namanya di papan skor.

Kini, selebrasi ikonik itu tinggal menjadi kenangan manis dalam sejarah klub. Barkaoui sendiri telah lama gantung sepatu dari dunia si kulit bundar.

Setelah meninggalkan Bandung pada 2008, ia sempat merantau ke Liga Malaysia bersama Pahang FA. Barkaoui juga sempat kembali ke Indonesia untuk membela Persiwa Wamena (2009), Pelita Jaya (2009-2010), hingga Persela Lamongan (2010-2011). Ia akhirnya menutup karier di klub Maroko, Wydad de Fes, dan kini beralih profesi menjadi pelatih.

Hingga detik ini, Barkaoui tetap memegang status sebagai satu-satunya pemain berdarah Maroko yang pernah membela Persib Bandung. Setelah era Barkaoui, banyak pemain asing datang dan pergi, namun belum ada lagi talenta asal Maroko yang mampu menyamai jejak dan karismanya di tanah Pasundan.




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork