Nasib Apes Thomas Partey: Tak Bisa Bela Ghana Saat Hadapi Panama

Piala Dunia 2026

Nasib Apes Thomas Partey: Tak Bisa Bela Ghana Saat Hadapi Panama

Adhi Prasetya - detikJabar
Sabtu, 13 Jun 2026 11:00 WIB
CARDIFF, WALES - JUNE 02: Thomas Partey of Ghana  during the international friendly match between Wales and Ghana at Cardiff City Stadium on June 02, 2026 in Cardiff, Wales. (Photo by Catherine Ivill - AMA/Getty Images)
Thomas Partey (Foto: Getty Images/Catherine Ivill - AMA).
Bandung -

Kabar mengejutkan datang dari bintang Timnas Ghana, Thomas Partey. Gelandang andalan itu dipastikan gagal masuk ke wilayah Kanada menjelang laga perdana Ghana di Piala Dunia 2026 melawan Panama di Toronto akhir pekan ini. Masalah hukum yang menjeratnya diduga kuat menjadi alasan di balik penolakan tersebut.

Partey, yang saat ini merumput bersama Villarreal, tengah tersandung kasus berat. Ia didakwa dengan lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual pada Juli 2025 oleh Kepolisian Metropolitan London. Rentetan kasus tersebut diduga terjadi saat dirinya masih berseragam Arsenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berhenti di sana, pada Februari lalu, ia kembali dihantam dua tuduhan pemerkosaan baru. Meski demikian, Partey dengan tegas menyatakan dirinya tidak bersalah atas seluruh tuduhan tersebut. Saat ini, ia berstatus bebas dengan jaminan, namun harus bersiap menghadapi persidangan delapan kasusnya yang dijadwalkan pada Januari 2027.

Meski namanya masuk dalam daftar skuad Timnas Ghana untuk Piala Dunia 2026, pencekalan dari pemerintah Kanada membuatnya harus gigit jari. Partey dipastikan absen dalam laga yang akan digelar di BMO Field pada Rabu (17/6) waktu lokal atau Kamis pukul 06.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"FIFA dapat mengkonfirmasi bahwa Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari markas Timnas Ghana di Boston, AS, ke Kanada untuk laga pertama mereka melawan Panama pada hari Rabu, 17 Juni, karena permohonan visanya telah ditolak pemerintah Kanada," bunyi penyataan FIFA kepada The Athletic.

Pihak otoritas sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa mereka tidak memiliki wewenang terkait kebijakan kedaulatan sebuah negara. "FIFA tak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa. Seperti pada event FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara tersebut."

Walaupun terpaksa absen di Toronto, peluang Partey untuk tampil di laga berikutnya masih terbuka lebar. Hal ini dikarenakan laga Ghana selanjutnya digelar di Amerika Serikat, yakni melawan Inggris di Foxborough pada Rabu (24/6) pukul 03.00 WIB, serta menghadapi Kroasia di Philadelphia pada Minggu (28/6) pukul 04.00 WIB.

Sebagai informasi, Partey merupakan pilar Arsenal pada periode 2020-2025 sebelum akhirnya hijrah ke Villarreal dengan status bebas transfer. Ironisnya, pengumuman statusnya sebagai terdakwa muncul hanya berselang beberapa hari setelah kontraknya di Arsenal berakhir.

Dari total delapan kasus yang menjeratnya, enam dakwaan awal melibatkan tiga wanita berbeda yang dilaporkan terjadi sepanjang tahun 2021 dan 2022. Sementara itu, dua dakwaan terbaru melibatkan seorang wanita atas insiden yang diduga terjadi pada tahun 2020 silam.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: AS Tak Masalah Iran Ikut Piala Dunia, tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads