Kontroversi Visa Piala Dunia, Iran Murka Tuding AS Diskriminatif

Soccer Update

Kontroversi Visa Piala Dunia, Iran Murka Tuding AS Diskriminatif

Yanu Arifin - detikJabar
Minggu, 07 Jun 2026 15:00 WIB
TEHRAN, IRAN - MARCH 25: Players of Iran celebrate after the 2026 FIFA World Cup Asian Qualifiers Group A game between Iran and Uzbekistan at Azadi Stadium on March 25, 2025 in Tehran, Iran. Irans national football team celebrated after securing qualification for the 2026 FIFA World Cup with a 2-2 draw against Uzbekistan. (Photo by Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images)
Timnas Iran (Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu)
Jakarta -

Kontroversi mewarnai persiapan Timnas Iran menuju Piala Dunia 2026. Di tengah upaya Team Melli menyiapkan diri untuk tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia, sejumlah anggota staf mereka justru dilaporkan gagal mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat.

Persoalan ini memicu kemarahan pemerintah Iran yang menilai ada perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional mereka. Bahkan, sebagaimana dilansir dari detikSport, Teheran mendesak FIFA untuk turun tangan menyelesaikan masalah yang dinilai telah mencampuradukkan politik dengan olahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya, pemerintah Amerika Serikat menyatakan seluruh pemain Timnas Iran beserta staf pendukung yang dianggap penting telah memperoleh izin masuk untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Pernyataan itu seharusnya meredakan kekhawatiran yang sempat muncul terkait akses Iran ke negara tuan rumah.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Kedutaan Besar Iran di Turki. Menurut mereka, sejumlah pejabat penting yang memiliki peran krusial dalam operasional tim justru tidak memperoleh visa.

ADVERTISEMENT

"Kami mengecam campur tangan politik yang bias dalam olahraga," demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran.

Media-media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 15 pejabat administrasi tim nasional gagal mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. Mereka disebut mencakup sejumlah nama penting, mulai dari Ketua Federasi Sepak Bola Iran, wakil ketua federasi, hingga direktur media tim.

Bagi Iran, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan administratif. Pemerintah menilai langkah tersebut merupakan bentuk perlakuan tidak adil terhadap salah satu peserta Piala Dunia.

Di sisi lain, otoritas Amerika Serikat menegaskan bahwa seluruh pemain dan staf yang dibutuhkan untuk mendukung partisipasi Iran di turnamen telah mendapatkan visa. Washington juga menegaskan sistem visa tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan lain di luar kebutuhan kompetisi.

"Iran tidak akan diizinkan menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar," demikian pernyataan pejabat AS.

Pernyataan keras itu muncul di tengah hubungan politik kedua negara yang memang telah lama diwarnai ketegangan.

Iran menilai penjelasan dari pemerintah AS tidak menjawab persoalan yang sebenarnya terjadi. Mereka menuding alasan tersebut hanya digunakan untuk menutupi fakta bahwa sejumlah pejabat penting tim nasional tetap tidak diizinkan masuk.

Dalam pernyataan lanjutan, Iran bahkan menyebut perlakuan yang mereka terima telah mencapai level yang paling serius.

"Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional Iran ke tingkat tertinggi," tulis pernyataan resmi Iran.

Karena itu, pihak Kedutaan Besar Iran mendesak FIFA segera mengambil langkah konkret untuk memastikan seluruh peserta Piala Dunia mendapatkan perlakuan yang setara tanpa dipengaruhi faktor politik.

Perselisihan ini menambah daftar persoalan yang dihadapi Iran menjelang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, negara tersebut juga sempat menghadapi isu terkait pengaturan markas tim selama turnamen akibat ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat. Kini, masalah visa kembali menjadi sorotan dan berpotensi memengaruhi persiapan Team Melli sebelum turun berlaga di panggung sepak bola dunia.

Artikel ini sudah tayang di detikSport




(yna/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads