Timnas Iran dipastikan akan menjadikan Meksiko sebagai basis selama menjalani Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil setelah tim berjuluk Team Melli tersebut tidak bermarkas di Amerika Serikat, meski seluruh pertandingan fase grup mereka tetap digelar di negara tersebut.
Melansir detikSport, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengungkapkan Iran akan berbasis di Tijuana selama turnamen berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran menjadi satu dari tujuh peserta Piala Dunia 2026 yang memilih Meksiko sebagai lokasi pemusatan tim. Negara lainnya adalah Uruguay national football team, Tunisia national football team, South Korea national football team, South Africa national football team, Colombia national football team, serta tuan rumah Mexico national football team.
Awalnya, Iran berencana menjadikan Tucson sebagai markas selama turnamen. Namun rencana tersebut berubah di tengah memburuknya hubungan politik dan keamanan antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut laporan, Iran sempat meminta kepada FIFA agar seluruh pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Permintaan tersebut tidak dikabulkan.
Sebagai jalan tengah, FIFA mengizinkan Iran untuk berpindah markas ke Tijuana. Lokasi itu dinilai strategis karena relatif dekat dengan Inglewood dan Seattle, dua kota di Amerika Serikat yang akan menjadi lokasi pertandingan Iran pada fase grup.
Artinya, setiap selesai menjalani pertandingan, skuad Iran akan langsung kembali ke Meksiko dan tidak bermalam di wilayah Amerika Serikat.
Sheinbaum menyatakan pemerintah Meksiko tidak melihat alasan untuk menolak permintaan tersebut.
"Kami tidak punya alasan untuk menolak kemungkinan mereka menginap di Meksiko," kata Sheinbaum, dikutip BBC.
"Amerika Serikat tidak ingin tim Iran menginap, tetapi mereka akan memainkan tiga pertandingan di sana.
"Jadi mereka bertanya kepada kami: 'Bisakah mereka menginap di Meksiko?' Dan kami menjawab: 'Ya, tidak masalah.' Kami tidak punya masalah," jelasnya.
Di sisi lain, Iran juga disebut telah meminta jaminan kepada FIFA agar seluruh pemain dan ofisial mereka tetap bisa memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat untuk kebutuhan pertandingan.
Permintaan tersebut mencakup jaminan bahwa proses visa tidak dipengaruhi oleh dugaan keterkaitan individu dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, yang oleh Amerika Serikat diklasifikasikan sebagai organisasi teroris meski di Iran lembaga tersebut merupakan bagian dari struktur militer nasional.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
(adp/dir)
