Angin segar berembus dari markas PS Gunung Jati (PSGJ) Cirebon. Jelang dimulainya kompetisi Liga 4 Jawa Barat musim ini, manajemen klub asal Kabupaten Cirebon itu bergerak agresif di bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah pemain profesional berkelas Liga 1, bahkan ada yang pernah membela Timnas Indonesia.
Langkah ini diambil karena manajemen PSGJ menetapkan target tinggi kepada tim pelatih, yakni merebut gelar juara Liga 4 Jawa Barat sekaligus lolos ke Liga 3 Nasional. Dalam jangka panjang, target ini menjadi sebuah ambisi yang mencerminkan keseriusan klub dalam membangun fondasi sepak bola profesional di Tanah Cirebon.
"Sekarang lagi proses komunikasi dan negosiasi dengan beberapa pemain. Mungkin dalam 2-3 minggu ke depan sudah bisa kita rampungkan untuk skema pemain dan kontraknya," ungkapnya.
Dua Pilar Sudah Diamankan
Merespons mandat besar tersebut, tim pelatih yang dipimpin Edwin Umbas atau yang akrab disapa Coach Edu ini langsung tancap gas.
Hingga kini, dua pemain senior dengan jam terbang tinggi di Liga 1 telah resmi bergabung, di antaranya eks Persib Bandung 'Class of 2014' yaitu bek Jajang Sukmara dan gelandang Taufiq.
Kehadiran dua nama tersebut menjadi sinyal kuat bahwa PSGJ bukan sekadar bermimpi. Untuk melengkapi skuad, tim pelatih memprioritaskan pemain regulasi, khususnya talenta muda kelahiran 2004-2005 yang dinilai memiliki determinasi tinggi.
Rekrutmen pemain senior tambahan akan dilakukan secara selektif sesuai kebutuhan setelah kerangka utama tim terbentuk.
Optimisme di Tengah Persaingan
Meski mengusung target tinggi, Coach Edu tetap bersikap realistis membaca peta persaingan. Ia mengakui bahwa kekuatan sepak bola kini semakin merata karena setiap tim memiliki peluang yang sama besar untuk bersaing di papan atas.
"Saya rasa semua tim sekarang punya kekuatan yang sama. Tinggal bagaimana kami sebagai tim pelatih dan manajemen benar-benar serius mempersiapkan tim," paparnya.
Alasan Pemain Eks Timnas Bergabung
Jajang Sukmara, salah satu rekrutan andalan PSGJ, mengungkapkan alasan di balik keputusannya bergabung. Menurutnya, selain faktor rezeki dan jodoh dalam karier, ambisi besar PSGJ untuk naik kasta menjadi daya tarik utama yang sulit ia tolak.
"Pertama mungkin memang jodoh dan rezeki. Tapi yang bikin saya yakin, PSGJ punya ambisi besar buat naik kasta. Itu yang paling penting buat saya sebagai pemain," ungkap Jajang Sukmara.
Pemain senior itu juga mengakui tantangan awal yang harus dihadapi, terutama soal adaptasi dengan cuaca Cirebon yang terkenal panas. Ia menegaskan bahwa masa pramusim akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk proses adaptasi tersebut, agar kondisi fisik dan permainan tim bisa mencapai puncak saat kompetisi resmi bergulir.
"Mungkin sekarang masih step by step dalam membangun kerangka tim. Dengan berjalannya waktu, semua slot akan terisi. Yang penting, saya bisa memberikan yang terbaik dan target naik kasta bisa terwujud," ujar Jajang penuh keyakinan.
Mini Turnamen Pramusim untuk Uji Taktik
Tidak hanya bergerak di lini transfer, PSGJ juga merancang sebuah turnamen mini pramusim sebagai ujian perdana bagi para pemain baru.
Turnamen ini dirancang memiliki dua fungsi sekaligus; sebagai ajang uji coba taktik bagi Coach Edu, sekaligus sebagai sarana promosi untuk menghidupkan kembali antusiasme suporter Cirebon terhadap PSGJ.
Launching resmi skuad PSGJ sebagai tim yang utuh kepada publik dijadwalkan segera setelah proses negosiasi pemain rampung.
Beberapa target rekrutan PSGJ diketahui masih aktif berkompetisi di Liga 4 Nasional, sehingga finalisasi nama-nama pemain ditargetkan tuntas dalam bulan ini demi memaksimalkan waktu persiapan.
(orb/orb)