Bayaran Mahal Persib Musim 2025/2026: Kena Sanksi Komdis, AFC dan FIFA

Bayaran Mahal Persib Musim 2025/2026: Kena Sanksi Komdis, AFC dan FIFA

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 31 Mei 2026 16:30 WIB
Persib Juara Super League
Persib Bandung. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Bandung -

Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim paling gemilang dalam sejarah Persib Bandung. Maung Bandung sukses mengukir hattrick juara kompetisi nasional setelah kembali menjadi kampiun Super League.

Namun di balik prestasi itu, Persib justru menutup musim dengan sederet masalah disiplin mulai dari sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI, hukuman berat dari AFC, hingga terbaru larangan mendaftarkan pemain baru dari FIFA.

Jika ditotal, denda yang harus ditanggung Persib sepanjang musim ini mencapai lebih dari Rp5,9 miliar. Belum lagi hukuman administratif yang diterima tim kebanggaan warga Jawa Barat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FIFA Jatuhkan Transfer Ban

Sanksi terbaru datang dari FIFA. Pada 29 Mei 2026 kemarin, nama Persib Bandung muncul dalam daftar FIFA Registration Bans atau klub yang dilarang melakukan registrasi pemain baru.

Belakangan terungkap, hukuman itu bukan berkaitan dengan tunggakan gaji pemain aktif ataupun masalah finansial klub secara umum. Sanksi tersebut berakar dari sengketa kontrak antara Persib dan mantan pemainnya, Daisuke Sato.

ADVERTISEMENT

Kasus bermula saat kontrak bek tim nasional Filipina itu diakhiri Persib pada 2023, padahal Sato masih terikat kontrak jangka panjang. Perselisihan tersebut kemudian dibawa ke FIFA dan berujung pada putusan yang memenangkan Sato. Persib pun diharuskan memenuhi konsekuensi berupa uang sekitar Rp3 miliar.

Persib sempat menggunakan jalur hukum lanjutan yang tersedia. Namun setelah seluruh proses selesai, klub tetap diwajibkan memenuhi putusan yang telah berkekuatan hukum.

Karena kewajiban itu belum dipenuhi dalam tenggat waktu yang ditentukan, FIFA menjatuhkan sanksi larangan registrasi pemain baru hingga perkara tersebut diselesaikan.

Komdis PSSI Terus Menghukum Persib

Sebelum dihantam FIFA, Persib lebih dulu menjadi salah satu klub yang paling sering menerima sanksi dari Komdis PSSI sepanjang musim. Pelanggaran pertama terjadi saat laga melawan Arema FC pada September 2025. Kehadiran Bobotoh di tribun tim tamu membuat Persib didenda Rp25 juta.

Kasus serupa kembali terjadi ketika menghadapi Persik Kediri pada Januari 2026. Lagi-lagi kehadiran suporter tandang membuat Persib dihukum Rp25 juta.

Masalah semakin besar saat Persib menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pelemparan botol dan benda ke lapangan membuat klub didenda Rp30 juta. Penyalaan petasan di sejumlah tribun menambah hukuman sebesar Rp60 juta.

Sanksi terbesar dari Komdis datang menjelang akhir musim ketika Persib menghadapi Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta.

Dalam dua pertandingan tersebut, berbagai pelanggaran terjadi hampir bersamaan, mulai dari kehadiran suporter tandang, invasi lapangan, penyalaan flare, petasan, hingga pelemparan benda ke lapangan.

Total denda yang dijatuhkan Komdis untuk dua pertandingan itu mencapai Rp455 juta.

AFC Beri Hukuman Miliaran Rupiah

Jika hukuman Komdis PSSI masih berada di kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah, sanksi AFC jauh lebih berat. Masalah pertama muncul akibat pelanggaran administratif saat Persib tampil di kompetisi Asia.

Saat menghadapi Selangor FC, AFC menemukan berbagai pelanggaran mulai dari flare, pelemparan benda berbahaya, spanduk bermuatan politik, hingga penonton yang memanjat pembatas stadion.

Persib didenda ratusan juta rupiah dan mendapat hukuman penutupan sebagian tribun.

AFC kemudian kembali menjatuhkan hukuman setelah terjadi invasi lapangan dan pelemparan benda dalam pertandingan tandang melawan Selangor.

Persib juga dihukum setelah pertandingan melawan Bangkok United akibat flare, gangguan jalur evakuasi, dan lemahnya pengamanan stadion.

Kerusuhan yang melibatkan suporter Persib di Thailand saat menghadapi Ratchaburi FC kembali membuat AFC mengeluarkan sanksi finansial.

Namun hukuman paling berat datang setelah pertandingan Persib kontra Ratchaburi FC di GBLA pada Februari 2026.

AFC mencatat sederet pelanggaran berat seperti penyalaan flare dan kembang api, pelemparan kursi dan botol, perusakan fasilitas stadion, tindakan kekerasan, invasi lapangan, hingga penghinaan terhadap lawan dan perangkat pertandingan.

Konfederasi sepak bola Asia itu menjatuhkan denda sebesar USD 200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar.

Persib juga diwajibkan memainkan dua pertandingan kandang AFC tanpa penonton, dengan satu hukuman ditangguhkan selama masa percobaan.

Rentetan hukuman tersebut membuat Persib menjadi salah satu klub dengan beban sanksi terbesar sepanjang musim 2025/2026. Dari Komdis PSSI, AFC, hingga kini FIFA, total nilai denda dan konsekuensi finansial yang harus ditanggung klub diperkirakan mencapai Rp5,9 miliar.

Halaman 2 dari 2
(bba/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads