Viking Persib Club mengambil langkah tegas menyusul kasus penganiayaan yang melibatkan oknum Bobotoh. Dua komunitas yang berada di bawah naungan Viking, yakni Viking Frontline dan United Colours of Bobotoh, resmi dibekukan untuk waktu yang tidak ditentukan.
Keputusan itu diumumkan langsung melalui surat resmi yang diteken Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, Kamis (28/5/2026). Pembekuan dilakukan setelah adanya insiden pemukulan antarsesama Bobotoh yang melibatkan anggota dari kedua distrik tersebut.
"Terkait kejadian pemukulan sesama bobotoh yang melibatkan anggota distrik United Colours of Bobotoh dan Viking Frontline, dengan ini Viking Persib Club memberikan sanksi kepada kedua distrik tersebut berupa PEMBEKUAN DISTRIK untuk waktu yang tidak ditentukan," tulis surat resmi tersebut.
Viking menilai insiden itu merupakan bentuk kelalaian organisasi di tingkat distrik dalam mengawasi perilaku anggotanya hingga berujung aksi kekerasan.
"Keputusan ini diambil sebagai bentuk ketegasan organisasi atas kelalaian dalam mengontrol perilaku anggota yang menyebabkan terjadinya kekerasan fisik antar sesama bobotoh," ucapnya.
Dalam surat itu, Viking juga menyesalkan terjadinya bentrokan internal antarpendukung Persib Bandung. Organisasi suporter terbesar Persib itu menegaskan aksi kekerasan bertentangan dengan nilai persaudaraan yang selama ini dibangun di kalangan Bobotoh.
"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan serta konflik internal tidak mencerminkan nilai persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi oleh sesama bobotoh," tulisnya.
Viking meminta seluruh distrik menjadikan kasus tersebut sebagai evaluasi bersama agar lebih ketat memantau dan menyaring anggota di internal komunitas.
"Kami harap dengan adanya kejadian ini, distrik-distrik dari Viking Persib Club bisa lebih memantau dan memfilter kembali anggotanya, agar tidak ada anggotanya yang merusak nama baik organisasi," katanya.
Viking berharap pembekuan dua distrik itu menjadi peringatan keras sekaligus pembelajaran bagi seluruh elemen Bobotoh agar tetap menjaga solidaritas dan persaudaraan saat mendukung Persib Bandung.
"Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar seluruh elemen bobotoh tetap menjaga solidaritas dalam mendukung Persib Bandung," tegasnya.
Tobias sendiri merupakan salah satu pendiri Viking Frontline. Dalam keterangan di akun Instagram pribadinya, Tobias menyebut Viking Frontline dibentuk dengan semangat kebersamaan dan saling menjaga satu sama lain.
"Frontline didirikan dengan semangat kebersamaan dan saling menjaga satu sama lain. Seiring bertambah usia, Forever young forever persib adalah reminder agar kita tidak pernah merasa lelah dan merasa tua untuk Persib, karena Persib harus hadir selamanya dalam diri," ucap Tobias.
Namun Tobias mengaku, sejak dirinya dipercaya menjadi Ketua Umum Viking, banyak hal yang tidak diperhatikan dalam Viking Frontline hingga akhirnya ia menandatangani surat pembekuan karena insiden beberapa hari lalu.
"Ada perasaan bersalah dalam diri bahwa 3 tahun ke belakang saya meninggalkan dan tidak memperhatikan Frontline karena panggilan tugas menjadi ketua umum Viking. Hari ini saya harus menerima kenyataan bahwa saya harus mengeluarkan dan menandatangani surat pembekuan pada distrik yang saya dirikan sendiri dulu," katanya.
Ia mengaku belum mengetahui sampai kapan pembekuan dilakukan, bahkan bisa berlaku selamanya. Pembekuan kata Tobias bisa dicabut andai Viking Frontline bisa kembali dewasa dan menjunjung tinggi semangat saat pertama kali dibentuk.
"Kalo ada yang nanya sampai kapan yg pasti batas waktunya tidak akan singkat, bisa 1 tahun, bisa 5 tahun atau mungkin bisa selama-lamanya tergantung dari apakah Frontline sudah siap dewasa dan bertanggung jawab untuk kembali seperti cita cita dan semangat awal pertama kali dibentuk," ungkap Tobias.
"Kalo dirasa belum, lebih baik tidak usah kembali selama-lamanya daripada dipaksakan tapi melenceng dari semangat dan cita-cita awal. Keputusan yang berat tapi harus diambil demi keberlanjutan organisasi yang lebih sehat," lanjutnya.
Sebelumnya, Viking telah mengetahui pelaku penganiayaan yang berasal dari Viking Frontline dan United Colours of Bobotoh. Bahkan Viking juga mencabut status keanggotaan pelaku penganiayaan.
"Dari hasil penelusuran, terduga pelaku adalah anggota yang berasal dari distrik Viking Frontline dan distrik United Colors of Bobotoh," tulis pernyataan resmi Viking.
"Terkait hal tersebut, pada hari ini (Kamis, 28 Mei 2026) para pelaku dicabut kartu keanggotaannya karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan organisasi," tulis Viking.
Viking juga menegaskan tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap pelaku dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.
"Terkait proses hukum yang sedang berlangsung, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan tidak akan melakukan intervensi maupun pendampingan hukum," tegasnya.
(iqk/iqk)