Persib Bandung tinggal selangkah lagi menuju sejarah baru. Menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) sore, Maung Bandung hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan diri menjadi juara Super League 2025/2026 sekaligus melanjutkan dominasi di sepak bola nasional.
Antusiasme menyambut kemungkinan pesta juara pun mulai terasa di berbagai penjuru Bandung dan Jawa Barat. Konvoi juara bahkan sudah direncanakan berlangsung pada Minggu (24/5/2026).
Namun di tengah euforia yang semakin besar, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengingatkan Bobotoh agar merayakan dengan tertib dan tidak mengulang kejadian-kejadian yang merugikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erwan meminta seluruh masyarakat menyambut momen ini dengan rasa syukur, bukan dengan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
"Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bandung dan Jawa Barat para bobotoh dimana pun berada kita syukuri Persib juara ini dengan penuh suka cita, dengan dengan rasa syukur, tidak ada aksi aksi yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain," kata Erwan, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, jika Persib benar-benar berhasil mengunci gelar, maka fokus perayaan harus diarahkan pada kebahagiaan bersama, bukan pelampiasan emosi di jalanan.
"Kita sudah insyaallah juara, tinggal syukuri jangan sampai ada perusakan, tidak ada lagi aksi aksi sweeping," tegasnya.
Erwan secara khusus menyoroti potensi tindakan sweeping kendaraan yang selama ini kerap muncul saat euforia sepak bola. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi tindakan menghentikan kendaraan ataupun merusak kendaraan hanya karena berasal dari luar daerah.
"Persaingan hanya 90 menit di lapangan. Jadi jangan ada aksi sweeping kendaraan, perusakan kendaraan di jalanan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari pelat nomor kendaraan. "Karena belum tentu yang menggunakan kendaraan plat luar Bandung ini mereka bukan orang Bandung, banyak orang Bandung saya juga punya plat B," katanya.
Erwan menilai tindakan merusak kendaraan karena identitas pelat nomor tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun.
"Jadi jangan berbuat anarkis, mungkin saja itu saudara kita. Karena melihat plat B, dipukul kacanya atau ditendang," lanjutnya.
Bahkan jika ada pendatang dari luar daerah yang datang ke Bandung saat momen perayaan, Erwan meminta masyarakat tetap menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang baik.
"Sekalipun warga Jakarta yang datang ke sini ya mereka kan tamu, jadi kita sebagai tuan rumah harus menyambut mereka, harus berbuat baik kepada tamu. Belum tentu mereka juga pendukung timnya di sana. Banyak orang Jakarta juga yang menjadi bobotoh yang yang mendukung Persib," ucapnya.
"Jadi tolonglah kita jaga kekondusifan Jawa Barat ini dengan sebaiknya," tutup Erwan.
(bba/mso)
