Statistik Gila Cahya Supriadi, Calon Kiper Terbaik Super League 2025/2026

Statistik Gila Cahya Supriadi, Calon Kiper Terbaik Super League 2025/2026

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 21 Mei 2026 12:01 WIB
Kiper PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi.
Kiper PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi. (Foto: Instagram Cahya Supriadi)
Bandung -

Kiper muda asal Karawang, Jawa Barat, Cahya Supriadi, sedang menikmati musim yang bisa mengubah arah kariernya. Di usia 23 tahun, penjaga gawang milik PSIM Yogyakarta itu, masuk dalam dua nominasi penghargaan paling bergengsi di akhir musim BRI Super League 2025/2026 yakni Best Goalkeeper dan Best Young Player.

Masuk dalam dua kategori sekaligus bukan pencapaian yang datang begitu saja. Sepanjang musim ini, Cahya menjelma menjadi salah satu sosok paling penting di balik perjalanan impresif PSIM sebagai tim promosi yang mampu tampil kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data resmi I.League, Cahya menjadi salah satu kiper dengan performa paling konsisten musim ini. Ia mencatat 9 clean sheet dan save ratio mencapai 83 persen. Angka goals prevented miliknya juga berada di kategori positif, yang menunjukkan kontribusinya dalam menggagalkan peluang berbahaya lawan.

Tak berhenti di situ, statistik individunya juga menunjukkan betapa sibuk dan pentingnya peran Cahya untuk PSIM. Hingga pekan terakhir, ia sudah tampil dalam 30 pertandingan dan mengoleksi 102 penyelamatan, angka yang menempatkannya sebagai salah satu penjaga gawang paling aktif di Super League musim ini.

ADVERTISEMENT

Perjalanan Cahya menuju titik ini juga bukan cerita instan. Ia merupakan pemain kelahiran Karawang pada 11 Februari 2003. Cahya tumbuh dari sistem pembinaan Persija Jakarta.

Cahya bergabung dengan Persija di musim 2018/2019, kemudian masuk Persija U-19 musim berikutnya dan promosi ke tim utama di musim 2020/2021. Ketatnya persaingan membuat Cahya hengkang ke FC Bekasi City pada musim 2024/2025 dengan total 5 penampilan bersama Macan Kemayoran.

Cahya dikenal sebagai salah satu kiper muda potensial yang kemudian mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia kelompok umur hingga level senior. Tiga penampilan dikemas Cahya untuk Merah Putih di ajang ASEAN Championship 2024.

Setelah sempat memperkuat FC Bekasi City di Liga 2, kariernya mengambil belokan penting ketika direkrut PSIM Yogyakarta pada Juli 2025.

Saat datang ke Yogyakarta, Cahya sebenarnya harus bersaing dengan beberapa nama lain di posisi kiper. Namun, perlahan ia berhasil merebut kepercayaan dan menjadi pilihan utama Laskar Mataram.

Penampilannya beberapa kali menjadi pembeda. Salah satu yang paling mencuri perhatian terjadi saat menghadapi Persija Jakarta, mantan klubnya. Dalam laga pekan ke-29, Cahya tampil sebagai Man of The Match setelah menggagalkan penalti lawan dan membawa PSIM mengamankan hasil penting.

Kini, di akhir musim, nama Cahya berdiri sejajar dengan para pemain terbaik kompetisi. Ia masuk nominasi Best Goalkeeper bersaing dengan Nadeo Argawinata (Borneo FC Samarinda) dan Igor Rodrigues (Persita Tangerang).

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads