Nama bek Persib Bandung Julio Cesar masih dielu-elukan bobotoh hingga sekarang. Hal itu tak terlepas dari gol dramatisnya ke gawang PSM Makassar, akhir pekan lalu.
Golnya di menit-menit akhir membuat skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Persib. Kans juara pun terbuka lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Brasil itu mengaku sangat bahagia. Sebab, gol itu benar-benar sangat penting untuk Persib dalam misi perburuan gelar juara.
Para pemain pun menangis haru dengan gol tersebut. Bobotoh yang ada di berbagai daerah pun banyak yang menangis. Julio sendiri bakal mengenang momen itu.
"Perasaannya luar biasa di menit-menit terakhir, ketika saya mencetak gol bersama rekan-rekan. Ini momen yang bagus bagi kami. Semuanya tentu menangis saat menit terakhir. Saya tentu saja akan mengingat momen ini sepanjang hidup saya," kata Julio dikutip dari laman resmi klub.
Selain gol Julio Cesar, publik juga masih dibuat kagum dengan hal lain, yaitu mentalitas para pemain Persib. Semua benar-benar tampil dengan darah mendidih dan semangat membara.
Di balik penampilan heroik itu, ada andil dari salah seorang pemain, yaitu Marc Klok. Sebagai kapten tim, Marc Klok membuka pandangan dan membakar semangat rekan-rekannya.
"Sebelum memasuki pertandingan, Marc memberikan kata-kata yang hebat. Semua orang seperti terbakar (bersemangat). Kami berbicara tentang Bojan juga yang tidak bersama kami (yang pulang ke Kroasia karena ibunya meninggal). Kami bermain untuk dia. Semua orang memasuki pertandingan untuk memberikan seratus persen (penampilan)," ungkapnya.
Tanggalkan Euforia
Kini, euforia kemenangan atas PSM tersebut harus segera dialihkan. Fokus Persib langsung tertuju pada laga pamungkas musim ini saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026).
Julio Cesar menegaskan bermain di kandang sendiri adalah keuntungan besar. Meski begitu, kewaspadaan tinggi dan rasa hormat terhadap lawan tetap menjadi prioritas utama bek asal Brasil tersebut.
"Sekarang ini adalah pertandingan terakhir. Kami kalah di sana (Jepara) dan kami harus menang di rumah kita sendiri," tegas Julio.
Ia sangat memahami besarnya ekspektasi bobotoh yang sudah rindu akan gelar juara. Namun, Julio mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terbebani dan tetap menjaga konsentrasi hingga peluit akhir pertandingan terakhir dibunyikan.
"Saya tahu semua bobotoh sekarang ingin menjadi juara, tapi kami harus fokus pada pertandingan. Kami harus melewati pertandingan ini. Kami harus konsentrasi sekarang untuk memenangkan pertandingan," pungkasnya.
