Persib Boncos Rp 5,9 Miliar Akibat Sanksi

Round-Up

Persib Boncos Rp 5,9 Miliar Akibat Sanksi

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 20 Mei 2026 08:30 WIB
Selebrasi pemain Persib usai cetak gol ke gawang PSIM.
Pemain Persib. Foto: Dok. Persib Bandung
Bandung -

Denda yang harus dibayar Persib Bandung sepanjang musim 2025/2026 sungguh mahal. Padahal, Maung Bandung tinggal selangkah lagi mengukir sejarah sebagai juara liga tiga kali berturut-turut.

Sepanjang musim ini, klub kebanggaan Bobotoh tersebut dihantam rentetan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Total denda yang harus dibayar Persib bahkan sudah menembus angka lebih dari Rp5,9 miliar.

Pelanggaran yang berujung hukuman pun beragam. Mulai dari kehadiran suporter di laga tandang, penyalaan flare dan petasan, pelemparan benda ke lapangan, invasi suporter, hingga kerusuhan dalam pertandingan kompetisi Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rincian Denda Komdis PSSI

Sanksi domestik pertama datang saat Persib menghadapi Arema FC pada 22 September 2025. Komdis PSSI mendenda Persib Rp25 juta karena adanya Bobotoh di tribun tim tamu.

Masalah serupa kembali terjadi saat Persib bertandang ke markas Persik Kediri pada 5 Januari 2026. Kehadiran suporter tandang kembali membuat Persib dihukum Rp25 juta.

ADVERTISEMENT

Komdis kemudian menjatuhkan sanksi lebih besar usai laga panas Persib kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 11 Januari 2026.

Dalam pertandingan tersebut, terjadi pelemparan botol dan benda lain ke lapangan dari tribun penonton. Persib didenda Rp30 juta akibat pelemparan benda tersebut. Selain itu, penyalaan petasan di tribun utara dan selatan membuat Persib kembali dihukum Rp60 juta.

Puncak sanksi domestik terjadi di penghujung musim. Persib dihukum total Rp455 juta akibat berbagai pelanggaran dalam laga melawan Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta.

Tak hanya klub, beberapa pemain Persib juga terkena hukuman pribadi. Frans Putros dan Luciano Guaycochea masing-masing mendapat tambahan larangan bermain serta denda Rp10 juta.

Rincian Denda AFC

Jika denda domestik sudah terasa besar, hukuman dari AFC jauh lebih menguras kantong Persib. Sanksi pertama datang usai laga kontra Port FC di AFC Champions League Two 2024/2025. Persib didenda USD 5.000 atau sekitar Rp81 juta karena dianggap gagal memenuhi kewajiban sebagai tuan rumah.

Masalah administrasi stadion kembali membuat Persib dihukum saat menjamu Manila Digger pada babak playoff ACL Two 2025/2026. AFC menjatuhkan denda USD 2.000 atau sekitar Rp33 juta karena kursi stadion dan tiket tidak memiliki nomor.

Kemudian, ketika Persib menghadapi Selangor FC pada 23 Oktober 2025 di GBLA, AFC mencatat sederet pelanggaran serius seperti penyalaan flare, pelemparan kursi dan benda berbahaya, pemasangan spanduk bermuatan politik, hingga penonton memanjat pembatas stadion.

Akibatnya, Persib didenda USD 26.250 atau sekitar Rp436 juta serta mendapat hukuman penutupan sebagian stadion.

Asisten pelatih Miro Petric juga terkena hukuman berat. AFC menjatuhkan larangan mendampingi tim empat pertandingan plus denda USD 10.000 atau sekitar Rp166 juta akibat protes keras kepada perangkat pertandingan.

Masalah kembali muncul saat Persib bertandang ke markas Selangor FC pada 6 November 2025. AFC menghukum Persib USD 30.000 atau sekitar Rp499 juta karena adanya invasi lapangan dan pelemparan benda oleh suporter.

Belum selesai sampai di situ, laga melawan Bangkok United pada 10 Desember 2025 kembali berujung hukuman. AFC menjatuhkan total denda USD 30.000 atau sekitar Rp503 juta karena flare, gangguan akses evakuasi stadion, serta lemahnya pengamanan.

Persib juga dihukum usai kerusuhan suporter dalam laga tandang melawan Ratchaburi FC di Thailand pada 11 Februari 2026. AFC menyebut suporter Persib terlibat bentrok dengan pendukung tuan rumah dan menjatuhkan denda USD 8.750 atau sekitar Rp144 juta.

Puncak hukuman AFC datang setelah laga Persib kontra Ratchaburi FC di GBLA pada 18 Februari 2026. Dalam keputusan resminya, AFC menyebut terjadi sederet pelanggaran berat. Mulai dari penyalaan flare dan kembang api, pelemparan kursi, botol, dan benda lain ke lapangan, perusakan fasilitas stadion, tindakan kekerasan, invasi lapangan, hingga penghinaan kepada lawan dan perangkat pertandingan.

AFC pun menjatuhkan hukuman super berat kepada Persib berupa denda USD 200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar. Tak hanya itu, Persib juga dihukum bermain tanpa penonton dalam dua laga kandang AFC berikutnya. Satu hukuman ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

Jika ditotal, seluruh denda Persib dari Komdis PSSI dan AFC musim ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,9 miliar.

Respons Manajemen Persib

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan mengakui nominal denda yang harus ditanggung Persib musim ini sangat besar.

"Denda itu total kalau dari awal musim kita hitung-hitung tuh mungkin udah lebih dari Rp5 miliar," kata Adhitia saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, uang sebesar itu sejatinya bisa digunakan untuk membenahi fasilitas stadion dan tempat latihan Persib secara besar-besaran.

"Rp5 miliar itu biaya yang bisa digunakan untuk merapikan lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 cm, mengganti rumput dari dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp5 miliar cukup lah," ujarnya.

Meski begitu, Adhit memilih menjadikan rentetan sanksi tersebut sebagai bahan evaluasi bersama. "Tapi ya sudahlah ya yang sudah terjadi, terjadi," katanya.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads