Persib Didenda AFC Rp 3,5 Miliar, Manajemen: Oknum Rugikan Klub

Persib Didenda AFC Rp 3,5 Miliar, Manajemen: Oknum Rugikan Klub

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 15 Mei 2026 13:14 WIB
Logo Persib Bandung.
Persib Bandung (Foto: Ilustrasi menggunakan ChatGPT).
Bandung -

Persib Bandung akhirnya buka suara usai dijatuhi hukuman berat oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sanksi ini merupakan buntut kericuhan pada laga AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Februari 2026 lalu.

Tak tanggung-tanggung, Maung Bandung dihukum denda sebesar USD 200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar. Selain denda finansial, Persib juga dijatuhi sanksi pertandingan kandang tanpa penonton dalam kompetisi Asia.

Manajemen Persib menegaskan pihaknya menghormati keputusan AFC. Namun, mereka sangat menyayangkan kerugian besar yang harus ditanggung klub akibat tindakan segelintir oknum suporter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level sepak bola Asia, Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional," tulis PT Persib Bandung Bermartabat dalam pernyataan resminya, Jumat (15/5/2026).

Meski demikian, Persib mengaku kecewa karena hukuman tersebut berdampak masif terhadap kondisi finansial hingga reputasi klub di level internasional.

ADVERTISEMENT

"Namun di sisi lain, Persib sangat menyayangkan bahwa akibat tindakan yang seharusnya dapat dihindari, klub kini harus menanggung kerugian yang sangat besar, baik secara finansial, reputasi, maupun terhadap perjuangan yang sedang dibangun untuk terus bersaing dan berkembang di level internasional," lanjut pernyataan tersebut.

Persib menilai nominal denda yang dijatuhkan AFC bukanlah angka kecil. Apalagi, klub kini terancam kehilangan pemasukan dari laga kandang akibat sanksi tanpa penonton di kompetisi Asia.

"Nilai denda yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar, ditambah potensi kehilangan pendapatan pertandingan akibat hukuman tanpa penonton, merupakan kerugian yang sangat besar bagi klub. Nilai tersebut bukan angka kecil," tulis Persib.

Menurut manajemen, dana sebesar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk pengembangan internal klub, mulai dari pembinaan pemain muda, perbaikan fasilitas, hingga memperkuat daya saing tim di kancah Asia.

"Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas operasional, hingga memperkuat daya saing tim agar Persib dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia," ungkap klub.

Persib juga menyoroti dampak hukuman tersebut terhadap Bobotoh. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, suporter setia Persib itu dinilai mulai menunjukkan perubahan positif dalam mendukung tim.

"Yang paling kami sesalkan, kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh Bobotoh secara luas. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, dukungan Bobotoh yang semakin dewasa, tertib, cerdas, dan bertanggung jawab telah menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif Persib sebagai klub profesional dengan basis suporter yang luar biasa," tulis Persib.

Klub menegaskan, tindakan segelintir oknum telah mencoreng kerja keras Bobotoh yang selama ini konsisten menjaga nama baik Persib. "Karena itu, sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab," lanjutnya.

Persib pun mengingatkan bahwa kompetisi Asia memiliki regulasi yang sangat ketat. Satu tindakan emosional sesaat disebut bisa berdampak panjang terhadap masa depan klub.

"Persib ingin menegaskan bahwa kompetisi internasional memiliki standar regulasi, keamanan, and disiplin yang sangat ketat. Setiap tindakan yang terjadi di dalam maupun di luar pertandingan dapat membawa konsekuensi serius terhadap klub," tulis Persib.

"Satu tindakan emosional dalam beberapa menit dapat memberikan dampak panjang terhadap masa depan klub, pemain, dan jutaan Bobotoh lainnya," sambungnya.

Di sisi lain, Persib memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan penyelenggaraan pertandingan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Persib juga akan melakukan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, hingga langkah-langkah preventif lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," tulis Persib.

Menutup pernyataannya, Persib mengajak seluruh Bobotoh untuk menjaga klub dengan cara yang lebih bertanggung jawab demi masa depan Maung Bandung di level Asia.

"Persib percaya bahwa cinta terhadap klub harus diwujudkan melalui tanggung jawab. Sebab sebesar apa pun dukungan yang diberikan, semuanya akan kehilangan makna ketika tindakan yang dilakukan justru merugikan perjuangan klub yang sama-sama kita cintai," pungkasnya.



(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads