Sikap Persib atas Rentetan Insiden Usai Lawan Persija

Round-Up

Sikap Persib atas Rentetan Insiden Usai Lawan Persija

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 14 Mei 2026 07:30 WIB
Logo Persib Bandung.
Logo Persib Bandung. (Foto: Ilustrasi menggunakan ChatGPT)
Bandung -

Persib Bandung akhirnya resmi memecah kesunyian terkait rentetan insiden kelam yang terjadi pasca-duel panas kontra Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). Manajemen 'Maung Bandung' menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang dinilai telah menodai nilai-nilai sportivitas lapangan hijau.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (13/5/2026), PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menegaskan rivalitas 90 menit di lapangan hijau tidak boleh menjadi pembenaran bagi aksi kekerasan maupun intimidasi di dunia nyata.

Manajemen memahami jika laga bertajuk big match selalu memicu tensi tinggi. Namun, rentetan kejadian setelah peluit panjang ditiup dianggap sudah melampaui batas kewajaran sebuah kompetisi yang sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memahami bahwa pertandingan dengan tensi dan rivalitas tinggi kerap menghadirkan dinamika, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun demikian, kami menyayangkan adanya berbagai kejadian yang mencederai nilai sportivitas serta semangat sepak bola sebagai ruang yang seharusnya menghadirkan kebersamaan, rasa hormat, dan persatuan," tulis keterangan resmi klub.

Manajemen menyoroti berbagai titik kericuhan, mulai dari gesekan di lapangan yang melibatkan Beckham Putra, intimidasi terhadap skuad di Bandara Sepinggan Balikpapan, hingga gelombang kekerasan yang menyasar bobotoh di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

"Beberapa kejadian yang menjadi perhatian kami di antaranya adalah insiden di lapangan yang melibatkan pemain Persib, Beckham Putra, gangguan dan intimidasi yang diterima rombongan tim saat perjalanan kepulangan melalui Bandara Sepinggan Balikpapan, serta sejumlah insiden yang menimpa masyarakat dan bobotoh di beberapa daerah," jelas keterangan tersebut.

Daftar hitam insiden ini kian panjang dengan adanya laporan perusakan sebuah restoran Sunda di Samarinda, pengeroyokan bobotoh di Sukabumi, kekerasan terhadap remaja di Kuningan, hingga aksi pelemparan benda keras saat acara nonton bareng (nobar) di Majalengka.

"Kami menerima informasi terkait dugaan perusakan terhadap salah satu restoran Sunda di Kota Samarinda, insiden kekerasan yang menimpa seorang pemuda berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat, pengeroyokan terhadap tiga bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta insiden yang menimpa seorang bobotoh di Majalengka akibat aksi pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung," tulisnya.

Duka sedalam lautan juga disampaikan Persib atas berpulangnya seorang remaja berusia 15 tahun di Karawang. Korban diketahui sempat berpamitan kepada keluarga untuk menyaksikan laga Persib vs Persija sebelum nyawanya tak tertolong.

"Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 15 tahun di Karawang yang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menonton pertandingan Persib kontra Persija," ucapnya.

Bagi Persib, tragedi ini adalah alarm keras bagi seluruh elemen sepak bola nasional. Olahraga yang seharusnya menjadi hiburan rakyat tidak boleh berubah menjadi ruang penuh ketakutan yang merenggut nyawa.

"Duka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepak bola tidak seharusnya menghadirkan rasa takut, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Kami menghormati proses penanganan dan pendalaman yang saat ini dilakukan oleh pihak berwenang terkait kejadian tersebut," tegas manajemen Maung Bandung.

Saat ini, manajemen tidak tinggal diam. Mereka tengah bergerak cepat mengumpulkan seluruh bukti dan fakta lapangan sebagai dasar langkah hukum dan profesional selanjutnya.

"Atas berbagai kejadian tersebut, saat ini Persib tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan kami tempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab," ungkapnya.

Persib juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan tidak 'menyiram bensin ke dalam api' dengan aksi provokatif. Persib pun berkomitmen merangkul para korban dan keluarga yang terdampak.

"Di tengah situasi ini, Persib ingin hadir tidak haya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, kami tengah berupaya menjalin komunikasi dengan para korban maupun keluarga yang terdampak sebagai bentuk perhatian dan dukungan yang dapat kami berikan," kata manajemen.

Meski situasi sedang keruh, Marc Klok dkk dipastikan tetap fokus menatap dua laga sisa musim 2025/2026. Persib membidik poin penuh saat bersua PSM Makassar dan Persijap Jepara demi menjaga asa juara yang kini tengah bersaing ketat dengan Borneo FC.

"Untuk itu, kami berharap seluruh bobotoh tetap memberikan doa, dukungan, dan energi positif kepada tim. Dukungan yang dewasa, damai, dan penuh rasa hormat akan menjadi kekuatan penting bagi perjuangan Persib dalam menuntaskan musim ini dengan sebaik-baiknya," tulisnya.

"Mari bersama menjaga nama baik Persib, menjaga semangat persaudaraan, serta menunjukkan bahwa kecintaan terhadap klub dapat diwujudkan melalui sikap yang positif, bermartabat, dan saling menghormati," tutup keterangan tersebut.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads