Musim 2025/2026 menjadi musim yang pahit bagi Persija Jakarta setiap kali berhadapan dengan Persib Bandung. Dalam dua edisi El Clasico Indonesia musim ini, Persija selalu dipaksa menelan kekalahan.
Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 11 Januari 2026, Persija dibuat tak berdaya oleh sentuhan magis budak Bandung, yakni Beckham Putra. Gol tunggal Beckham kala itu cukup untuk memastikan kemenangan 1-0 bagi Maung Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi bobotoh, kemenangan tersebut terasa spesial karena ditentukan oleh Beckham, putra asli Bandung yang tumbuh besar di Kota Bandung dan menjadikan duel melawan Persija sebagai bagian dari identitas sepak bolanya.
Kemudian pada pertemuan kedua di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), Persija kembali tumbang dengan skor 1-2. Dan kali ini, yang menghancurkan Persija adalah sosok yang berasal dari Jakarta.
Sosok itu adalah Adam Alis, pemain kelahiran Jakarta yang jadi mimpi buruk bagi Macan Kemayoran. Saat Persija sempat unggul lebih dulu lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19, harapan untuk membalas kekalahan di putaran pertama sempat terbuka.
Namun semuanya berubah hanya dalam rentang kurang dari 20 menit. Adam Alis muncul sebagai pembeda. Gol pertamanya pada menit ke-28 membuyarkan momentum Persija. Lalu tercipta gol kedua Adam di menit ke-37 yang tak mampu dibalas hingga peluit panjang dibunyikan.
Adam bukan pemain asing bagi Jakarta. Ia lahir di ibu kota pada 19 Desember 1993 dan sempat menimba ilmu di Persija U-20 pada masa mudanya. Namun takdir membawanya mengenakan seragam biru Persib sejak paruh musim lalu. Satu gelar juara juga telah diperankan Adam untuk Persib.
"Pada akhirnya kami memenangkan pertandingan melalui Adam (Alis) yang hari ini tampil sangat menginspirasi. Kami senang dengan raihan tiga poin ini dan sekarang fokus ke pertandingan berikutnya," ucap pelatih Bojan Hodak menyanjung penampilan Adam Alis.
(bba/sud)
