Viking Kritik Pemindahan Laga Persija Vs Persib ke Samarinda

Viking Kritik Pemindahan Laga Persija Vs Persib ke Samarinda

BIma - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 15:17 WIB
Persib Bandung bentrok dengan Persija Jakarta dalam laga pekan ke-17 Super League 2025/26 di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (11/1/2026).
Persib vs Persija. Foto: dok. Persija Jakarta
Bandung -

Keputusan memindahkan laga antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung dari Jakarta ke Samarinda menuai sorotan tajam. Pertandingan yang semula digelar di Jakarta pada 10 Mei 2026, kini dipastikan berlangsung di Stadion Segiri, kandang Borneo FC Samarinda dengan alasan keamanan.

Namun, keputusan tersebut justru menuai kritik dari kelompok suporter Persib, Viking Persib Club. Sekretaris Umum Viking, Arland Sidha, menilai pemindahan venue ini tidak memiliki urgensi yang jelas dan terkesan dipenuhi pertimbangan non-teknis.

"Saya pikir perpindahan venue itu menjadi otoritas tuan rumah dan operator. Tapi ada beberapa poin yang harus kita sikapi. Yang pertama, saya tidak memahami perpindahan ini sebagai sesuatu yang mendesak. Justru terkesan ada persoalan non-teknis di baliknya," ujar Arland saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jika memang harus dipindahkan, keputusan tersebut seharusnya dilakukan jauh-jauh hari, bukan secara mendadak hanya beberapa hari sebelum laga itu berlangsung.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyebut, pemindahan venue pertandingan tidak serta-merta menguntungkan Persib. Sebab dengan bermain di Samarinda, skuad Maung Bandung harus menempuh perjalanan yang lebih jauh.

"Kalaupun dipindah, seharusnya dikaji jauh-jauh hari. Saat ini kompetisi sedang berjalan baik, semua dalam kondisi normal, lalu tiba-tiba pindah. Walaupun ada yang menganggap ini menguntungkan Persib, menurut saya sebagai suporter, tidak ada keuntungan sama sekali selain jarak yang jauh dan kebutuhan adaptasi," tegasnya.

Lebih jauh, Arland justru melihat pemindahan ini berpotensi merugikan Persib. Pasalnya, pertandingan digelar di stadion yang merupakan kandang Borneo yang merupakan tim pesaing dalam berburu gelar juara.

"Selain itu, menurut saya ini justru merugikan karena kita bermain di kandang pesaing, yaitu Borneo. Kalau mau netral, ya netral sekalian. Saya melihat pemindahan ini tidak ada urgensinya," katanya.

Ia juga mempertanyakan alasan keamanan yang dijadikan dasar keputusan tersebut. Menurutnya, aspek keamanan semestinya menjadi tanggung jawab tuan rumah, bukan alasan untuk memindahkan pertandingan secara mendadak.

"Kalau alasannya keamanan, itu kan menjadi tanggung jawab tuan rumah. Situasi seperti ini justru memunculkan polemik dan pandangan negatif, baik terhadap kesiapan liga maupun kedua klub," ujarnya.

Arland bahkan menilai keputusan ini mencerminkan ketidaksiapan operator kompetisi dalam mengelola laga besar. "Ya, mungkin ada yang berbeda pendapat. Tapi menurut saya, ini menunjukkan ketidaksiapan operator liga dan perlu evaluasi ke depan," ucapnya.

Ia menegaskan, klub seharusnya memiliki kepastian stadion kandang agar jadwal kompetisi tidak terganggu, kecuali dalam kondisi darurat.

"Tuan rumah seharusnya punya stadion tetap agar penjadwalan tidak terganggu, kecuali dalam kondisi mendesak atau force majeure. Kalau GBK dipakai, itu kan hanya untuk satu pertandingan, tidak langsung merusak lapangan. Apalagi memang digunakan untuk sepak bola," jelasnya.

"Yang jadi masalah, ini terkesan mendadak dan berubah-ubah. Kita tidak tahu urgensinya apa. Apalagi ini sangat mendadak, hanya H-3 atau H-4. Itu luar biasa menurut saya," sambungnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Persib tidak pernah gentar bermain di mana pun. Narasi bahwa Maung Bandung menghindari tekanan saat bermain di Jakarta pun ia bantah.

"Kita tidak bisa menawar lagi ketika venue dipindahkan di luar kehendak kita. Narasi bahwa Persib takut bermain di Jakarta itu tidak benar. Yang penting adalah jaminan keamanan dan kejelasan dari operator," tegasnya.

Di tengah situasi yang dinilai riskan, Viking juga mengimbau bobotoh untuk tidak memaksakan hadir langsung di Stadion Segiri. Ia meminta bobotoh untuk menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing.

"Saya pikir bobotoh harus berpikir rasional dan melihat situasi. Jika datang ke sana (away), itu kandang tim yang juga sedang berharap menang, bahkan berharap kita kalah. Situasinya cukup riskan," ujarnya.

"Jadi saya mengimbau bobotoh untuk menonton dari rumah atau nonton bareng saja, sambil berdoa dan tetap berpikir positif," pungkas Arland.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads