Spanduk bertuliskan 'Shut Up KDM' menjadi pemandangan mencolok di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada laga Persib Bandung melawan Arema FC, Jumat (24/4) lalu.
Spanduk itu dipasang pada babak kedua hingga pertandingan selesai. Spanduk tersebut disinyalir ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sebelumnya membuat konten video bonus uang dari Maruarar Sirait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapten Persib Marc Klok mengomentari terkait bonus untuk pemain Persib. Klok menilai, urusan bonus di liga sudah menjadi hal biasa.
"Dan di sepak bola itu hal biasa untuk dapat apresiasi dan dapat bonus. Saya tidak terlalu mengerti kenapa ada banyak pertanyaan buat itu. Karena setiap klub di Liga 1 punya itu," kata Klok usai menjalani sesi latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (26/4/2026).
Klok menyebut, soal bonus bagi pemain sepak bola bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan terjadi di negara lain.
"Mungkin kalau sekarang di media, baru orang bicara. Kalau kamu lihat siapa klub ada di Liga 1, ada itu. Itu hal biasa di dunia, bukan di Indonesia," ungkapnya.
Disinggung apakah bonus yang dijanjikan sebelum pertandingan liga selesai itu tidak mengganggu konsentrasi, Klok menegaskan tidak.
"Kenapa (mengganggu) konsentrasi? Itu hal biasa di sepak bola. Kalau ada hasil, ada apresiasi. Kalau tidak ada hasil, tidak ada apresiasi. Jadi buat kita, kita harus kasih hasil. Itu saja," pungkasnya.
(wip/orb)
