Leicester City tengah berada di titik terendah setelah dipastikan terdegradasi ke EFL League One. Kepastian itu diperoleh usai bermain imbang 2-2 melawan Hull City di King Power Stadium, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, sebagaimana dilansir dari detikSport, Leicester membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang bertahan di EFL Championship. Namun, hasil imbang membuat langkah mereka terhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leicester sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Liam Millar. Tuan rumah kemudian berbalik unggul 2-1 melalui gol penalti Jordan James dan gol Luke Thomas. Meski demikian, Oliver McBurnie mencetak gol penyeimbang bagi Hull yang menggagalkan kemenangan Leicester.
Hasil tersebut menempatkan Leicester di peringkat ke-23 dari 24 tim dengan koleksi 42 poin. Dengan dua pertandingan tersisa, mereka tidak mungkin lagi mengejar raihan 49 poin milik Blackburn Rovers yang berada di batas aman.
Ini menjadi degradasi kedua Leicester dalam kurun satu tahun, setelah sebelumnya terdegradasi dari Premier League pada musim lalu. Performa buruk sepanjang musim turut diperparah dengan tiga kali pergantian manajer, termasuk pelatih saat ini, Gary Rowett.
Di bawah arahan Rowett, Leicester hanya meraih satu kemenangan dari 18 pertandingan terakhir. Situasi semakin sulit setelah klub dijatuhi sanksi pengurangan enam poin pada 5 Februari lalu akibat pelanggaran aturan finansial saat promosi ke Premier League musim 2023/2024. Banding yang diajukan klub ditolak pada 8 April.
Baca juga: Chelsea yang Sedang Tidak Baik-baik Saja |
Leicester terakhir kali bermain di League One pada musim 2008/2009. Degradasi ini menjadi kontras dengan pencapaian mereka satu dekade lalu, saat secara mengejutkan menjuarai Premier League musim 2015/2016.
Setelah kesuksesan tersebut, Leicester sempat menjadi langganan papan atas Premier League dan tampil di kompetisi Eropa, termasuk saat menjuarai FA Cup 2021.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
