Puasa telah usai. Namun, sepanjang puasa Ramadan 2026 lalu, Persib Bandung tetap menjalani jadwal padat kompetisi, termasuk laga liga domestik dan AFC Champions League Two, meski pertandingan rata-rata dilaksanakan pada malam hari.
Dalam sejarahnya, Persib Bandung pernah menerapkan kebijakan untuk menghentikan seluruh agenda pertandingan sepanjang bulan puasa. Tidak ada pertandingan sama sekali, baik malam hari apalagi siang hari. Aturan itu dilaksanakan khusus untuk Kompetisi Persib.
Kompetisi Persib merupakan turnamen tahunan internal yang mempertandingkan klub-klub anggota Persib. Klub-klub legendaris di Bandung seperti UNI (Uitspanning Na Inspanning) ikut bertanding. Tak terkecuali Bintang Merah, Diana, Matahari, Mars, Sinar Indonesia, dan MOS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua klub internal ini aktif bersaing di era 1950-an untuk menyuplai pemain ke tim utama Persib guna bertanding di level nasional. Kompetisi Persib tersebut biasanya digelar di Lapangan Sidolig (sekarang Stadion Persib) dan Lapangan Uni (dulu di Jalan Karapitan atau sekitar Kebon Kalapa).
Persib Hentikan Kompetisi Sebelum Puasa
"Jika Puasa dimulai pada Minggu, pertandingan pada hari itu akan dibatalkan," tulis koran de Preangerbode tertanggal 23 Mei 1952 dalam berita berjudul 'Pertandingan Terakhir Kompetisi Persib Sebelum Puasa'.
Menurut berita tersebut, kompetisi sepak bola Persib akan ditangguhkan sementara selama puasa. Sementara itu, dua hari menjelang puasa pada tahun tersebut, yaitu Sabtu dan Minggu, telah dijadwalkan pertandingan untuk Kelas I.
Jadwal pada hari Sabtu mempertandingkan Bintang Merah vs Diana di Lapangan Sidolig serta Matahari vs Mars di Lapangan Uni.
Pada Minggu, yang bertepatan dengan hari pertama puasa, telah terjadwalkan pertandingan antara PSM vs UNI di Lapangan Sidolig dan Sinar Indonesia vs MOS di Lapangan Uni.
Bergulir Lagi Setelah Puasa
Dihentikan pada awal Mei ketika akan menghadapi puasa Ramadan, Kompetisi Persib bergulir lagi dua bulan kemudian, tepatnya pada bulan Juli. Ini merupakan waktu yang tepat setelah Lebaran usai.
Ternyata, bukan hanya kompetisi internal yang dihentikan sepanjang Ramadan. Kompetisi besar yang melibatkan klub utama Persib dalam pertandingan antarkota juga dimulai lagi setelah puasa berakhir.
"Setelah istirahat karena puasa, pertandingan antar kota melawan CKTCS (Semarang) dan Solo, serta pertandingan internasional melawan Nan Hua, kompetisi sepak bola DC Persib yang sempat terhenti kembali berlanjut akhir pekan ini dengan empat pertandingan Kelas Satu."
"Sore ini, mulai pukul 16.45, Mars - UNI akan bermain di lapangan Sidolig dan Diana - Mos di lapangan UNI. Untuk Minggu sore, Matahari - PSM dijadwalkan di lapangan Sidolig dan Bintang Merah - Sinar Indonesia di lapangan UNI." tulis de Preangerbode tertanggal 12 Juli 1952.
Libur Tiap Puasa
Karena kompetisi digelar tiap tahun, jadwal pertandingan kerap berbarengan dengan berlangsungnya puasa Ramadan. Sebagaimana biasanya, selama puasa, pertandingan ditangguhkan.
Menurut berita de Preangerbode tertanggal 4 Juni 1955, seusai Ramadan tahun tersebut, pertandingan Kompetisi Persib bergulir kembali.
"Liga sepak bola Bandung, yang sempat ditangguhkan selama bulan puasa, kembali bergulir pekan ini dengan pertandingan-pertandingan berikut untuk Divisi Pertama:
Sabtu: Matahari - Bintang Merah (UNI) dan P 3 II - Diana (Sidolig). Minggu: Matahari - Mars (UNI) dan Angkasa - Sidolig (Sidolig). Kick-off pukul 16.45."
Klub Internal Persib Bertahan hingga Kini
Klub-klub yang pernah berlaga dalam Kompetisi Persib dan menyuplai pemain-pemain terbaiknya untuk tim utama Persib Bandung masih bertahan hingga kini sebagai wadah pembibitan pemain andal.
Selain itu, puluhan klub anggota Persib bahkan membentuk lembaga mandiri. Dikutip dari detikNews, 7 Agustus 2012, sebanyak 36 klub eks anggota Persib Bandung membentuk PT Persib 1933. Pembentukan PT ini bertujuan mengembalikan saham milik 36 klub eks anggota Persib yang selama ini dimiliki komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
PT Persib 1933 diluncurkan di Sekretariat PSSI Kota Bandung, Jalan Gurame, Selasa (7/8/2012). "PT Persib 1933 ini dibentuk untuk meluruskan Persib khususnya dari struktur kepemilikan saham," ujar inisiator PT Persib 1933, Dudi Sutendi.
Dijelaskannya, saat pembentukan PT PBB pada 2009, Wali Kota sekaligus Ketua PSSI Kota Bandung Dada Rosada menitipkan saham 36 klub eks anggota Persib kepada lima komisaris PT PBB yaitu Kuswara S Taryono, Umuh Muchtar, Zainuri Hasyim, Iwan Hanafi dan Yoyo S Adiredja. Sebab saat itu 36 klub belum memiliki badan hukum.
Mereka kemudian mendapat 30 persen saham di PT PBB yang seharusnya menjadi hak 36 klub. "Tapi dalam perjalanannya, saham milik 36 klub itu jadi milik perorangan, bukan milik 36 klub," katanya.
(iqk/iqk)










































