Peluang Besar Kembali Juara, Persib Dilarang Jumawa

Peluang Besar Kembali Juara, Persib Dilarang Jumawa

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 18 Mar 2026 18:30 WIB
Logo Persib Bandung.
Persib Bandung (Foto: Ilustrasi menggunakan ChatGPT).
Bandung -

Langkah Persib Bandung merengkuh takhta juara Super League Indonesia 2025/26 kian terbuka lebar. Mengantongi 58 poin dengan sembilan laga tersisa, Maung Bandung masih kokoh di puncak klasemen, menjaga jarak aman dari para pesaingnya.

Namun, di tengah peluang besar tersebut, Manajer Persib Umuh Muchtar memilih untuk meredam euforia. Baginya, perjuangan belum usai, dan fase krusial inilah yang justru menghadirkan tekanan paling hebat.

"Peluang dengan potensi kita untuk jadi juara sangat besar. Tapi saya bilang, jangan jumawa dulu ya, jangan sampai kita kegembosan," ujar Umuh, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keunggulan Persib memang belum sepenuhnya absolut. Borneo FC Samarinda terus membayangi di posisi kedua dengan 54 poin, disusul Persija Jakarta yang mengintai di peringkat ketiga dengan 52 poin. Margin yang tipis ini menjadikan setiap laga sisa bak partai final.

ADVERTISEMENT

Umuh pun mematok target tinggi di sisa musim. Dari sembilan laga yang menanti, ia ingin Maung Bandung menyapu bersih delapan kemenangan demi mengunci gelar juara lebih awal.

"Ada 9 kali lagi pertandingan, semuanya harus bisa diratakan (menang). tidak bisa ditawar lagi, draw (sekali) sisanya menang semua. Dengan siapa? ya paling draw dengan Persija," katanya.

"Tapi yang sekarang kita libas dulu semua. Tapi jangan dianggap enteng gimana juga. supaya kita kokoh di puncak dan bisa tetap jadi juara," lanjutnya.

Menjaga Harmoni di Ruang Ganti

Di balik ambisi besar tersebut, Umuh sangat memperhatikan kondusivitas internal. Ia menekankan pentingnya menjaga psikologis pemain agar tetap nyaman dan fokus di lapangan.

"Jadi kita harus bisa mengalah untuk semua pemain. Kita harus banyak mengalah untuk menang. Biar mereka juga hatinya senang. Dan pikiran mereka pun juga tenang," ujarnya.

Sebagai sosok yang dikenal dekat dengan skuad, Umuh mengaku selalu merangkul seluruh pemain, baik mereka yang menjadi starter maupun yang masih menunggu menit bermain.

"Saya selalu merangkul pemain lokal maupun asing. Saya memberitahukan kepada yang tidak main. 'Sabar kamu. Yang penting Persib menang. Kamu ada di Persib. Kalau main itu kan aturan ada di Bojan.'" ucapnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengintervensi keputusan pelatih Bojan Hodak dalam meracik komposisi pemain.

"Saya tidak pernah intervensi kenapa si ini tidak main atau kenapa si ini diganti. Tidak pernah. Saya senang lah dengan Bojan. Bojan juga sangat bersahabat dengan saya. Jadi tidak seperti dengan pelatih-pelatih yang lalu," katanya.

Persaingan Paling Menegangkan

Jika berkaca pada musim sebelumnya, Umuh menilai persaingan kali ini jauh lebih sengit. Selisih poin yang sangat rapat membuat posisi Persib di puncak klasemen masih rawan tergusur.

"Tegang sekarang. Karena ini saingan yang tiga ini ya Persib, Borneo, Persija, Ini sangat-sangat sedekat. Sangat riskan," ungkapnya.

Ia membandingkan dengan musim lalu, ketika jarak poin lebih lebar dan relatif nyaman. "Dulu kan minimal bedanya sembilan, tujuh poin paling tidak. Ini kan cuma enam, empat. Ngeri juga ya, menarik sekarang. Lebih deg-degan sekarang," katanya.

Kendati demikian, Umuh memilih tetap membumi. Ia enggan jemawa, apalagi meremehkan lawan, termasuk Persija yang diprediksi akan menjadi batu sandungan terbesar dalam perburuan gelar.

"Kita tidak takabur ya. Jadi mudah-mudahan saja berdoa. Persib juara. Persib juara saja doa. Doa pun juga jangan. Kalau bisa ya tetap membawa poin penuh. Boleh lah imbang satu kali saja, jangan dua kali imbang," tuturnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Persija Bakal Naik Rantis ke Stadion GBLA Lawan Persib"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads