Nomor 10 selalu identik dengan sosok dirigen di lapangan hijau. Pemain yang berdiri di antara lini tengah dan depan, menjadi otak serangan, pengatur tempo, sekaligus pemecah kebuntuan. Namun, pada musim 2025/26, Persib Bandung justru melaju tanpa kehadiran pemain nomor 10 murni.
Di awal musim, Persib sempat mendatangkan Wiliam Marcilio dengan harapan ia menjadi playmaker utama. Namun, ekspektasi tersebut tak pernah benar-benar terwujud. Performanya dinilai belum memenuhi kebutuhan tim, hingga akhirnya ia dilepas bahkan sebelum putaran pertama berakhir.
Sejak saat itu, posisi nomor 10 seolah menjadi ruang eksperimen. Adam Alis, Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Beckham Putra pernah bergantian mengisi peran tersebut. Terakhir, Berguinho dipercaya bermain di belakang striker saat Maung Bandung melumat Madura United 5-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat Persib, Indra Jaya, melihat dinamika ini sebagai sesuatu yang menarik sekaligus unik. Menurut Indra, pemain di posisi ini dituntut memiliki visi bermain yang baik dan penuh kreativitas.
"Sejauh ini ada beberapa pemain yang pernah mengisi posisi nomor 10 di Persib. Pemain nomor 10 identik dengan peran playmaker yang dituntut memiliki visi bermain yang baik, umpan brilian, kognisi yang cerdas, bahkan menciptakan peluang sendiri untuk mencetak gol," ujar Indra, Sabtu (28/2/2026).
Mengenai penampilan impresif Berguinho saat melawan Madura, Indra menilai perannya cukup efektif meski tidak terlalu mencolok secara eksplosif. Karakter setiap pemain yang dicoba di posisi itu memang membawa warna yang berbeda bagi skema permainan.
"Peran terakhir dimainkan oleh Berguinho yang saat melawan Madura bermain simpel sekali. Sentuhannya berbeda, bobot passing dan akurasinya tepat. Berg lebih suka bermain bola di bawah dan tak banyak melakukan akselerasi dengan bola. Berg tak pernah kehilangan momen, malah sering melebar ke sayap untuk memberikan crossing ke lini depan," jelasnya.
Berbeda dengan Berguinho, Adam Alis menghadirkan energi yang lebih dinamis. Dengan keunggulan dribelnya, Adam termasuk sosok yang dibutuhkan saat Persib memerlukan pemain dengan daya jelajah tinggi. Sementara itu, Beckham Putra menawarkan kreativitas dalam duel satu lawan satu.
"Sebelumnya ada Adam Alis yang bertipe box to box, lebih menonjol dalam segi akselerasi. Dribblingnya menjadi salah satu keunggulan, bahkan kadang bertipe destroyer yang dibutuhkan untuk merobek pertahan lawan yang compact. Mobile banget lah, daya jelajah dan memiliki speed juga," katanya.
"Beckham pun pernah bermain di posisi ini, karakternya tak berbeda jauh dengan Adam Alis. Saat lawan bermain terbuka, skillnya akan semakin terlihat karena kuat dalam satu lawan satu. Kreatifitas lini tengah akan terlihat saat lawan tak bermain delay," lanjutnya.
Adapun Thom Haye dinilai sebagai sosok yang paling mendekati definisi klasik nomor 10. Kemampuan mengirim umpan akurat menjadi senjata utama bagi Haye saat memainkan peran di posisi nomor 10 tersebut.
"Haye, pemain visioner yang lebih mengutamakan kognisi daripada speed dan akselerasinya saat bermain. Ia bukan tipikal pemain yang sering melakukan dribbling, malah terkesan tak mau sering berlari karena kemampuan mengalirkan bola dengan baik. Visi, akurasi dan pandai memainkan ritme pertandingan seolah terlihat memainkan peran sebagai dirigen yang cerdas," ungkap Indra.
Bagi Indra, keberagaman karakter ini justru menjadi keuntungan strategis bagi Persib. Dengan begitu, kata dia, pelatih bisa menyesuaikan komposisi pemain yang dipilih sesuai dengan kebutuhan taktik di lapangan.
"Beruntung bagi Persib memiliki banyak pemain yang bisa dimainkan di posisi nomor 10 dengan gaya bermain yang berbeda-beda. Jadi, bukan soal suka siapa atau siapa paling bagus, tapi siapa yang paling cocok dimainkan sesuai kebutuhan taktik tim dan lawan," tuturnya.
Menakar Dirigen Paling Pas Lawan Persebaya
Kini pertanyaannya mengarah ke laga tandang krusial menghadapi Persebaya Surabaya pada 2 Maret 2026 nanti. Apakah Berguinho akan kembali dipercaya sebagai nomor 10? Pelatih Persib, Bojan Hodak, belum memberikan jawaban pasti.
"Kita akan lihat. Untuk ini, itu tergantung dengan melawan mana kami bermain. Mungkin saja dia bermain di situ," ucap Bojan.
Artinya, nomor 10 di Persib bukan lagi soal nama besar, melainkan fungsi taktis. Siapa pun yang dimainkan harus mampu membaca kebutuhan laga. Melawan Persebaya yang dikenal memiliki pertahanan rapat dan serangan balik berbahaya, pilihan dirigen akan menjadi pembeda antara dominasi atau kebuntuan.
"Normalnya Adam yang bermain di sana dan bermain dengan bagus pada posisi tersebut dalam beberapa laga terakhir. Tapi ini lebih pada alasan taktikal dan alasan lainnya," ujar Bojan.
Simak Video "Video: Kata Thom Haye Usai Gabung Persib Bandung "
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)











































