Supardi merupakan salah satu pemain yang kerap gonta-ganti klub bola. Selepas berkarier selama dua tahun di Sriwijaya FC, ia memutuskan mengenakan seragam Persib pada 2013.
Baca juga: Keributan di Derby Bandung gegara Handuk |
Tiga tahun kemudian, ia kembali berpaling ke Sriwijaya FC. Namun tak lama berselang, tahun 2017 ia kembali berlabuh ke klub Pangeran Biru. Supardi terhitung delapan musim berkostum Persib, sejak didatangkan dari Sriwijaya FC pada awal tahun 2012.
Persib Bandung menjadi satu-satunya klub bola yang paling lama disinggahinya, sebab rata-rata Supardi hanya berkarier selama setahun hingga dua tahun di klub bola lainnya. Sebut saja kariernya di PSMS Medan, Pelita Jaya, dan Sriwijaya yang masing-masing pernah ditempatinya selama 2 tahun.
Supardi tak harus setia dengan Persib, tapi dia bisa jadi pemain yang dicintai Bobotoh. Sebab Supardi menorehkan sejarah manis untuk Persib Bandung.
Bagaimana tidak, Supardi menjadi bagian dari tim Persib saat menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014. Di partai final yang berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang pada 7 November 2014 lalu, Persib menumbangkan Persipura Jayapura lewat babak adu pinalti dengan skor 5-3.
Kemenangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras Supardi menjaga lini pertahanan Persib. Ketika itu ia bermain di posisi bek kanan dan mampu mengakhiri puasa gelar Persib selama 20 tahun.
Di antara banyaknya pemain yang memperkuat Persib saat itu, yang akan selalu diingat tentu adalah gerbong Sriwijaya FC. Di musim 2012-2013, Supardi Nasir bersama Firman Utina, M Ridwan, dan Tantan, rombongan merapat ke Persib setelah hengkang dari klub berjuluk Laskar Wong Kito itu.
Permainan Supardi terlihat menonjol dan mampu membawa trofi juara ISL 2014 dibawa ke Bandung. Saat itu di partai final Persib menang adu penalti 5-3 atas Persipura Jayapura usai bermain 2-2 di waktu normal.
Duet maut Supardi Nasir dan M Ridwan di sisi kanan, dianggap jadi salah satu kunci yang membawa Persib juara. Kala itu Supardi mengisi posisi bek kanan Persib, sementara Ridwan berposisi di sayap kanan. Duet maut Supardi-Ridwan ini mampu membawa Persib ke era kejayaan pada musim 2014.
Setahun berikutnya, Supardi juga ikut mengantarkan Persib juara Piala Presiden 2015. Tepat pada 18 Oktober 2015, Persib menjadi juara Piala Presiden setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Hari itu menjadi salah satu momen bersejarah bagi Persib Bandung. Klub kebanggaan warga Kota Bandung berhasil menjuarai turnamen Piala Presiden edisi pertama.
Supardi cs menjadi juara turnamen pramusim itu setelah di partai final mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0. Ketika itu, laga final dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Persib berada di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman.
Namun, dari ratusan permainannya bersama Persib, pemain bernomor punggung 22 itu mengaku punya satu momen laga yang baginya berkesan. Ialah laga kemenangan 3-2 melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 September 2018.
"Mungkin momen yang terdekat yang masih teringat adalah 2018 saat melawan Persija. Kami berjuang hingga menit akhir. Dengan izin Allah, di menit 90-an Bojan (Malisic) cetak gol kemenangan menjadi 3-2. Laga itu menjadi momen yang melekat di hati saya," kata Supardi seperti dikutip dari situs resmi Persib, 2020 lalu.
"Sebenarnya banyak pertandingan sulit dan akhirnya kami menang. Bukan mengesampingkan laga lainnya. Banyak momen penting di pertandingan lain. Ini memperlihatkan perjuangan pemain tanpa lelah," ucapnya.
Saat Persib berganti pelatih menjadi di bawah asuhan Robert Rene Alberts, Supardi masih jadi pilihan utama untuk Persib musim 2019. Tapi pada awal tahun 2020, santer terdengar kabar Supardi Nasir bakal hengkang dari Persib Bandung.
Ia bahkan dirumorkan sudah berkomunikasi dengan petinggi Sriwijaya FC. Muncul juga rumor Robert akan mendatangkan bek kanan baru yang berpotensi menggeser posisi Supardi.
Lambat laun, Supardi jarang diberi kesempatan bermain di ajang Liga 1 2021 oleh Robert. Dari seluruh pertandingan yang dimainkan Persib, Supardi hanya turun ke lapangan sebanyak 14 kali.
Hingga akhirnya pada April 2022, Supardi dikonfirmasi benar-benar tak akan dipakai lagi oleh Persib. Supardi melalui akun Instagram pribadinya, menyampaikan ucapan perpisahan kepada Persib dan Bobotoh.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh.2012-2015 2017-2022. Terimakasih Persib dan Bobotoh," tulis Supardi di akun instagram pribadinya @supardinasir2222.
Keesokan harinya pada akun instagram Persib, salam perpisahan disampaikan kepada sang kapten. Di akun tersebut, Persib mengunggah foto Supardi dengan tulisan 'Hatur Nuhun'. Tidak lupa, Persib juga menuliskan keterangan dengan kalimat yang cukup menyentuh.
"Hatur Nuhun @supardinasir2222. Pemetik bintang akan selalu kami kenang #PERSIB," tulis Persib dalam keterangan fotonya.
Setelah tak bermain untuk Persib Bandung, Supardi pindah ke PSMS Medan, klub yang pernah diperkuatnya pada 2006-2008. Kini, Supardi diketahui menjadi kapten untuk PSPS Pekanbaru yang tampil di Liga 2. (aau/orb)