Liga 3

Reaksi PSSI soal Insiden Penyerangan Bus Pesik Kuningan

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 10:15 WIB
Bus Pesik Kuningan
Bus Pesik Kuningan. (Foto: Istimewa)
Bandung -

PSSI Asosiasi Kabupaten (Askab) Kuningan menyayangkan insiden penyerangan bus tim Pesik Kuningan oleh orang tidak dikenal. Bus yang ditumpangi pemain dan official tim, dirusak dan dilempari batu saat dalam perjalanan, Kamis (29/9/2022) malam.

Ketua PSSI Askab Kuningan Udin Kusnaedi sangat menyayangkan insiden tersebut. Padahal menurutnya sepak bola seharusnya bisa dijadikan ajang silaturahmi antardaerah.

"Sangat menyayangkan terjadinya penyerangan terhadap rombongan para pemain Pesik. Sebenarnya kami berharap sepak bola ini bisa di jadikan ajang tali silaturahmi dan prestasi," kata Udin saat dihubungi detikJabar, Jumat (30/9/2022).


Untungnya dalam insiden penyerangan itu, tidak ada pemain maupun official tim Pesik Kuningan yang menjadi korban. Udin saat ini masih berkordinasi dengan tim Pesik Kuningan untuk mencari tahu penyebab insiden tersebut.

Ia juga meminta kepada para suporter tim berjuluk Kuda Kuningan itu agar tidak terpancing dan tetap bisa menjaga situasi agar kondusif. Menurutnya suporter harus bisa menghargai para pemain yang bertanding demi nama besar daerah.

"Mengharapkan agar kedua belah pihak suporter agar bisa duduk bersama untuk saling bersahabat agar kejadian ini tidak terulang kembali. Kasihan para pemain juga yang ingin mengembangkan prestasi di bidang sepak bola," tutup Udin.

Sebelumnya diberitakan, laga semifinal Liga 3 Seri 2 yang mempertemukan PSGJ Cirebon vs Pesik Kuningan diwarnai aksi penyerangan oleh sekelompok oknum suporter. Pertandingan itu digelar di Stadion Bima, Cirebon, Kamis (29/9/2022) sore.

Dalam laga itu Pesik Kuningan menjadi korban aksi kebrutalan oknum suporter. Dalam perjalanan pulang, bus yang ditumpangi para pemain dan official Pesik Kuningan dirusak.

Manager Persik Kuningan, Abdul Haris membenarkan insiden itu terjadi kepada klub kebanggaan warga 'Kota Kuda'. Bahkan saat dalam perjalanan pulang, pihaknya diserang di dua lokasi yang masih berada di kawasan Cirebon.

"Kami di Ciperna diserang di Beber diserang," kata Haris saat dihubungi detikJabar, Kamis (29/9/2022).

Tak hanya saat perjalanan pulang, oknum suporter itu terus menyerang sejak di dalam stadion. Hingga dua jam pemain dan official tertahan di dalam stadion, akibat ketegangan tersebut.

"Prihatinnya ketika bertanding, anak-anak kami diserang oleh penonton sampai dua jam. Di dalam stadion, dua jam kami tidak bisa keluar. Diserang itu setelah pertandingan," ujar dia.

Haris tidak mengetahui penyebab oknum suporter itu melakukan aksi penyerangan. Yang jelas, kata dia, pihaknya merasa tidak pernah berselisih dengan klub mana pun.

Dalam laga itu, Pesik Kuningan harus mengakui keunggulan tuan rumah PSGJ Cirebon dengan skor 1-3.

(bba/orb)