Soccer Update

Senyum dan Pengakuan Robert Lewandowski yang Bikin Sakit Hati

Tim detikSport - detikJabar
Selasa, 09 Agu 2022 19:00 WIB
BARCELONA, SPAIN - AUGUST 07: Robert Lewandowski FC Barcelona looks on during the Joan Gamper Trophy match between FC Barcelona and Pumas UNAM at Spotify Camp Nou on August 07, 2022 in Barcelona, Spain. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Robert Lewandowski. (Foto: Getty Images/Eric Alonso)
Jakarta -

Kehadiran Robert Lewandowski beberapa waktu lalu di markas Bayern Munich menyisakan cerita menarik. Salah satu yang bikin menarik adalah fans Bayern sempat meneriaki Lewy dengan kalimat Hala Madrid. Tapi reaksi Lewai hanya tertawa.

Dikutip dari detikSport, Chef reporter Sport1, Kerry Hau, mengunggah salah satu momen Lewandowski pada masa kunjungan ke markas Bayern. Dalam video berdurasi 10 detik, terdengar ada suara beberapa orang yang meneriaki Lewandowski "Hala Madrid", yang merujuk kalimat seruan untuk Real Madrid selaku rival Barcelona.

Reaksi santai diperlihatkan Lewy. Ia yang pada saat diteriaki itu sedang mengendarai mobil berwarna merah. Striker berusia 33 tahun tersebut juga tak lupa melambaikan tangannya kepada orang-orang di sekitar.


"Ya, saya mendengarnya dan saya tertawa. Tapi ada juga beberapa orang yang meneriakkan nama saya. Itu sangat bagus," kata Lewandowski kepada Sport1.

"Dalam beberapa pekan terakhir, saya juga bertemu dengan beberapa fans di jalan yang telah menyatakan pengertiannya atas situasi saya dan mendoakan yang terbaik untuk saya," sambungnya.

Lewandowski sendiri hengkang ke Barcelona meski masih menyisakan kontrak satu musim lagi dengan Bayern. Die Roten sempat tak mau melepas, tapi Lewandowski terus mendesak hengkang.

Ia sendiri sadar apa yang dilakukannya tak bisa diterima sebagian fanas Bayern. Bahkan tindakannya akan melukai hati fans.

"Saya tahu itu menyakiti banyak fans. Saya bisa mengerti itu dan sekarang saya cuma bisa meminta maaf. Pada saat itu penting dan perlu bagi saya untuk menjelaskan bahwa saya siap untuk perubahan," Lewandowski menjelaskan.

"Pada akhirnya, kita semua adalah manusia. Setelah 12 tahun di Jerman, jelas bagi saya bahwa waktunya telah berakhir. Saya ingin menjelaskannya, dan tentu saja tidak mudah bagi Bayern untuk menerima semua," tegasnya.

(orb/orb)