Main Bola Sambil Beramal Bareng KOPY Bentukan Pelatih Persik Kediri di Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Senin, 11 Apr 2022 08:58 WIB
KOPY FC, tim komunitas bentukan Pelatih fisik tim Liga 1 Persik Kediri, Budi Kurnia.
KOPY FC, tim komunitas bentukan Pelatih fisik tim Liga 1 Persik Kediri, Budi Kurnia. (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

Pelatih fisik tim Liga 1 Persik Kediri, Budi Kurnia, membentuk tim sepak bola komunitas di kampung halamannya, Garut. Uniknya, tim tersebut beraksi sembari menyantuni anak yatim di pelosok-pelosok daerah.

Meskipun di bulan Ramadan, aktivitas olahraga masyarakat tak berhenti. Di Kabupaten Garut, masyarakat tetap melakukan aktivitas olahraga seperti bermain sepak bola. Bahkan, ada klub bola yang baru saja dibentuk. Namanya KOPY FC.

KOPY merupakan kependekan dari kalimat Komunitas Peduli Anak Yatim. KOPY belum lama ini didirikan sebagai klub sepak bola komunitas di Kabupaten Garut. Adalah Budi Kurnia, salah satu pelatih bola nasional yang menginisiasinya.


KOPY FC, tim komunitas bentukan Pelatih fisik tim Liga 1 Persik Kediri, Budi Kurnia.KOPY FC, tim komunitas bentukan Pelatih fisik tim Liga 1 Persik Kediri, Budi Kurnia. Foto: Hakim Ghani

Pria kelahiran Garut yang kini mengisi pos pelatih fisik Persik Kediri itu merupakan pria di balik terciptanya KOPY FC. Budi mengatakan, ide bermain sepak bola sembari beramal ini tercetus sejak lama.

"Ini yang kedua, sebelumnya saat pandemi COVID-19, kita bentuk komunitas PSBB atau Persatuan Sepak bola Bugar Beramal. Sama juga kegiatannya, beramal sambil bermain sepak bola," kata Budi kepada detikcom Minggu, (10/4/2022).

KOPY FC kerap melakukan lawatan ke pelosok-pelosok daerah dan bermain bola dengan klub lokal masyarakat di sana. Tak hanya bermain sepak bola, mereka juga melakukan pengumpulan dana dan santunan untuk masyarakat kurang mampu.

Anak yatim dan jompo biasanya jadi sasaran. Dalam menyalurkan donasi, mereka mengumpulkan sumbangan dari para donatur, hingga sumbangan warga yang datang saat mereka bertanding.

Untuk memikat animo masyarakat, sejumlah pemain bintang atau pesepakbola legenda tanah air, khususnya yang berasal dari sekitaran Garut dan Bandung biasanya kerap diundang.

"Zaenal Arif, Yandi Sofyan, Eka Ramdani, Tantan biasanya suka ikut. Kita sudah legal, sudah memiliki SK Kemenkumham dan berada di bawah naungan Yayasan Bugar Beramal," ucap Budi.

Sejak pertama dibentuk awal Ramadan tahun ini, KOPY FC mulai bergerilya ke pelosok daerah. Tak hanya untuk bermain bola, mereka datang untuk membantu masyarakat kurang mampu di sana. Budi berharap, klub sepak bola ini bisa menjadi ladang amal khususnya di bulan Ramadan.

"Bukan hanya untuk kami para anggotanya, tapi juga untuk masyarakat yang ingin berdonasi. Karena kita juga membuka donasi bagi siapa saja melalui WA dan Instagram," tutup Budi.

(ors/tey)