RANS Cilegon FC Buka Potensi Merger dengan Persikab Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 25 Feb 2022 08:05 WIB
Persis Solo milik Kaesang menjadi juara Liga 2 usai mengalahkan Rans Cilegon FC milik Raffi Ahmad. Ini momen-momen saat Raffi Ahmad dan Kaesang menerima tropy.
RANS Cilegon FC di final Liga 2. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Bandung -

Vice President RANS Cilegon FC Rajiv mengunjungi rumah dinas Bupati Bandung Dadang Supriatna. Rajiv mengungkap, salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut membicarakan masa depan klub Persikab Kabupaten Bandung.

Seperti diketahui, saat ini klub kebanggaan warga Kabupaten Bandung itu lolos ke babak 16 besar Liga 3 Indonesia.

Rajiv juga berbagi tips kepada Dadang Supriatna. Dia menceritakan bagaimana perjalanan RANS Cilegon FC dari Liga 2 hingga lolos ke Liga 1.


"Ngobrol bagaimana RANS bisa masuk Liga 1, pertandingannya ketat, ada Persis (Solo), ada Dewa United, kita terakhir bertemu PSIM," kata Rajiv, Kamis (24/2/2022).

Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Vice President RANS Cilegon FC Rajiv.Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Vice President RANS Cilegon FC Rajiv. Foto: Istimewa

Rajiv juga membagikan kunci kesuksesan RANS, saat lolos ke Liga 1. Menurutnya, jangan ada intervensi kepada pelatih dari pengurus.

"Intinya pemain harus solid, para pengurus harus ikut apa kata pelatih. Jangan sampai pengurus mengatur pelatih, itu bisa jadi masalah buat klub," ungkapnya.

"Kita percaya terhadap pelatih, pelatih dapat bekerja dengan baik, insyaallah juara," tambahnya.

Saat disinggung, apakah Rajiv siap mencarikan sponsor jika Persikab masuk Liga 2, jawaban manis diberikan. Ia menyebut, jangankan sponsor, merger antara Rans dan Persikab bisa saja terjadi.

"Nanti kita cari sama-sama atau kita merger Persikab dengan RANS bisa juga, nanti tinggal kita bicarakan dengan RANS," terangnya.

Rajiv juga mengapresiasi kemajuan Persikab saat di masa kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Menurunya, kemajuannya sangat pesat.

"Persikab kemajuannya sangat pesat, dilihat dari dulu, oleh Bupati DS cukup bagus. Potensi bagus, bisa jadi juara, yang penting konsistensi bisa dijaga, lolos Liga 2. Kekompakan, pemain harus dievaluasi, jangan lihat pemain karena kedekatan, harus profesional," jelasnya.

Sementara itu, Dadang Supriatna menyebut, saat ini Persikab dikelola PT Persikab Bandung Bedas (PBB). Pihaknya menyambut baik niat RANS yang akan membantu Persikab.

"Sekarang sudah ada PT, tinggal dibicarakan. Terimakasih kepada PT PBB Persikab Bandung Bedas masuk 16 besar, sudah sangat luar biasa. Kalau (RANS) mau membantu, kita duduk bersama," ujar Dadang.

Dadang mengatakan, karena ada manajemen yang membangun Persikab hingga bisa masuk 16 besar, pihaknya hanya bisa membantu mempertemukan manajemen dan pihak RANS.

"Silakan saja, kita juga tidak melarang, kita nanti bisa ngobrol bareng demi kemajuan Persikab. Target kita masuk Liga 2, bahkan tahun depan bisa masuk Liga 1. Karena Lulugu (pendukung Persikab) mengharapkan Persikab masuk Liga 2," tuturnya.

Banyak dampak positif jika Persikab masuk Liga 2, salah satunya perekonomian masyarakat kecil bisa terbantu.

"Jika masuk ke Liga 2, para pelaku IKM akan terdampak positif, contoh bikin jersey, akesoris lain, banyak sekali. Zaman Pak Hatta, kita pengen seperti dulu, bisa berjaya kembali," harapnya.



Simak Video "Ramai Kabar Mesut Özil Dikabarkan Direkrut RANS Cilegon"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/orb)