5 Oleh-oleh Khas Cirebon yang Awet, Cocok untuk Perjalanan Jauh

5 Oleh-oleh Khas Cirebon yang Awet, Cocok untuk Perjalanan Jauh

Zaenab Nurhabibah - detikJabar
Sabtu, 24 Okt 2026 21:30 WIB
Gapit, Kue Gurih dan Renyah Khas Cirebon
Gapit, Kue Gurih dan Renyah Khas Cirebon (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Cirebon memiliki beragam kuliner khas yang bisa dijadikan buah tangan atau oleh-oleh setelah berkunjung ke Kota Udang tersebut. Tak hanya makanan berat seperti empal gentong dan nasi jamblang, terdapat pula aneka kuliner yang relatif awet dan tahan lama serta praktis untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.

Dengan pilihannya yang beragam, beberapa kuliner ini juga memiliki kemasan yang praktis sehingga memudahkan wisatawan untuk membawanya ke luar kota. Bagi detikers yang sedang mencari oleh-oleh khas Cirebon yang tahan lama, berikut lima kuliner yang bisa dipertimbangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Sirup Tjampolay

Sirup Tjampolay merupakan salah satu oleh-oleh legendaris dari Cirebon yang dibuat oleh Tan Tjek Tjiu pada Juli 1936 dan hingga kini dikenal dengan pilihan rasanya yang beragam.

Sirup ini memiliki aroma harum dan rasa manis yang khas, salah satu varian yang ikonik adalah pisang susu. Selain itu, tersedia pula pilihan rasa seperti leci, stroberi, mangga gedong, jeruk nipis, melon, dan kopi moka.

ADVERTISEMENT

Sirup Tjampolay cocok dijadikan buah tangan karena dikemas dalam botol dan dapat disajikan sebagai minuman dingin atau campuran es.

Sirup ini bisa awet sampai satu hingga dua tahun selama kemasan botol kaca belum dibuka dan disimpan di suhu ruang. Harganya berkisar di Rp25.000-Rp30.000 per botol ukuran 630 ml, detikers bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh seperti Toko Johan atau pusat produksi di Jl. Elang Raya, Larangan, Harjamukti, Kota Cirebon.

2. Kerupuk Melarat

Kerupuk melarat merupakan camilan khas Cirebon yang mudah dikenali dari warna-warni kerupuknya, seperti merah, kuning, dan putih. Bahan dasarnya adalah tepung tapioka yang diolah menjadi kerupuk renyah.

Dinamakan "melarat" (miskin) karena keunikan kerupuk ini terletak pada proses memasaknya yang menggunakan pasir hitam panas, membuat kerupuk melarat berbeda dari kebanyakan kerupuk yang digoreng dengan minyak. Rasanya gurih dan biasanya semakin nikmat saat disantap bersama sambal asam pedas.

Camilan ini kerap dipilih sebagai oleh-oleh karena mudah dibagikan dan praktis dibawa dalam perjalanan. Kerupuk ini juga tahan sekitar dua hingga tiga bulan jika disimpan dalam wadah rapat dan kedap udara agar kerupuk tetap kering dan tidak melempem.

Harganya berkisar di Rp5.000-Rp15.000 saja per kantong besar, detikers bisa menemukan kerupuk ini di sepanjang jalur Pantura, khususnya di kawasan Tengah Tani, Toko Senang di Pasar Pagi Cirebon, atau Pasar Kanoman.

Kerupuk melaratKerupuk melarat Foto: Devteo Mahardika/detikJabar

3. Kue Gapit

Kue gapit adalah camilan kering tradisional Cirebon yang memiliki tekstur tipis dan renyah, bahan pembuatannya dari tepung tapioka, kelapa parut, serta campuran bumbu yang memberikan cita rasa khas.

Nama gapit berkaitan dengan teknik pembuatannya, dimana adonan dijepit di antara dua lempengan besi atau cetakan panas hingga pipih dan matang, menghasilkan kue yang garing dan memiliki bentuk khas.

Kini kue gapit tersedia dalam berbagai varian rasa, mulai dari kelapa, keju, bawang, balado, hingga kencur. Pilihan rasa ini membuatnya cocok dijadikan camilan saat berkumpul bersama keluarga maupun teman.

Kue gapit bisa tahan mencapai tiga hingga enam bulan selama kemasan tertutup rapat dan disimpan di tempat kering.

Harganya berkisar di Rp15.000-Rp28.000 per bungkus atau kotak. Detikers bisa mendapatkan kue ini di Pusat Grosir Cirebon (PGC), Pasar Kanoman, dan pusat oleh-oleh di kawasan sentra Batik Trusmi.

4. Terasi Udang Cirebon

Cirebon dikenal sebagai Kota Udang, tak heran jika terasi menjadi salah satu produk olahan hasil laut yang lekat dengan kuliner daerah ini. Terasi dibuat melalui proses pengolahan dan fermentasi udang rebon atau udang berukuran kecil.

Kuliner ini memiliki aroma tajam dengan rasa gurih yang khas dan sering digunakan sebagai bahan sambal maupun campuran masakan untuk memperkuat cita rasa. Karena ukurannya relatif ringkas, terasi juga praktis dibawa sebagai oleh-oleh untuk keluarga yang gemar memasak.

Terasi udang Cirebon bisa tahan sekitar enam bulan hingga lebih dari satu tahun, bergantung pada proses pengolahan, kemasan, dan penyimpanan.

Harganya sekitar Rp5.000-Rp50.000 per balok atau bungkus, sesuai ukuran dan kualitas. Detikers bisa mendapatkannya di Toko Senang di Jl. Sukalila Selatan, Pasar Kanoman, atau Pasar Pagi Kota Cirebon.

5. Paket Tahu Gejrot Instan

Tahu gejrot merupakan kuliner khas Cirebon berupa tahu pong yang dipotong kecil-kecil, kemudian disiram kuah bercita rasa asam, manis, dan pedas. Kuahnya dibuat menggunakan bahan seperti gula merah, asam jawa, bawang merah, dan cabai rawit.

Untuk kebutuhan oleh-oleh, sejumlah penjual menyediakan paket komplit yang komponennya dikemas terpisah. Tahu, kuah, cabai, dan bawang merah dapat disiapkan kembali saat akan disantap sehingga rasanya tetap mendekati sajian di tempat asalnya.

Paket tahu gejrot ini dapat bertahan sekitar dua hingga tiga hari pada suhu ruang dan hingga satu minggu jika disimpan dalam kulkas. Harganya sekitar Rp20.000-Rp65.000 per paket, biasanya berisi 25-50 potong tahu beserta bumbu.

Salah satu area yang terkenal adalah lapak tahu gejrot di sekitar Pasar Kanoman, termasuk area depan Manisan Sinta, atau melalui pemesanan khusus di sentra kuliner Alun-Alun Cirebon.

Itulah daftar kuliner khas Cirebon yang tahan lama dan sangat cocok apabila ingin dibawa pulang sebagai buah tangan atau oleh-oleh untuk teman, pasangan, dan keluarga tercinta di rumah.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads