Laksa Pak Inin Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda

Andry Haryanto - detikJabar
Minggu, 18 Okt 2026 17:25 WIB
Laksa Pak Inin Bogor (Foto: Istimewa)
Bogor -

Tungku dan kayu bakar masih digunakan untuk memasak Laksa Pak Inin Cihideung. Cara tradisional itu menjadi salah satu ciri kuliner khas Bogor yang telah hadir sejak 1965 dan terus dipertahankan hingga sekarang.

Setelah lebih dari enam dekade, usaha kuliner tersebut menghadapi tantangan untuk menjangkau penikmat baru. Menurut Lina, perwakilan Laksa Pak Inin Cihideung, makanan ini masih lebih banyak diminati kalangan orang tua. Ia ingin generasi muda juga mengenal dan mencicipinya.

Harapan itu disampaikan setelah Laksa Pak Inin menerima penghargaan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyerahkan penghargaan tersebut dalam peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (18/10/2026).

Bagi Lina, pengakuan tersebut memberikan dorongan bagi pelaku usaha yang mempertahankan makanan tradisional.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Laksa merupakan salah satu makanan legendaris khas Bogor yang masih diakui oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Penghargaan ini tentunya menjadi bentuk dukungan bagi pelaku UMKM seperti kami," ungkap Lina.

Laksa Pak Inin telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Bogor. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Titi Sugiarti menyampaikan bahwa Laksa Pak Inin Cihideung juga menjadi salah satu kuliner tradisional daerah yang mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional.

"Pengakuan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keberadaan kuliner legendaris yang terus dipertahankan oleh pelaku usaha lokal," jelasnya.

Di tengah pengakuan itu, Lina menaruh perhatian pada keberlanjutan penikmat laksa. Ia berharap penghargaan dapat memperkenalkan makanan tersebut kepada masyarakat yang lebih luas, terutama anak muda yang lebih akrab dengan makanan kekinian.

"Dengan adanya penghargaan ini, saya berharap generasi sekarang, khususnya anak-anak Gen Z, bisa mengenal dan mencicipi laksa. Mereka bisa mengetahui bahwa ada makanan legendaris khas Bogor yang sudah ada sejak dahulu dan masih mampu bertahan hingga saat ini," tuturnya.

Titi berharap pengakuan tersebut memperkuat kedudukan Laksa Cihideung sebagai bagian dari identitas kuliner Kabupaten Bogor. Keterlibatan generasi muda diperlukan agar makanan tradisional terus dikenal dan diwariskan.

Bagi Laksa Pak Inin, mempertahankan cara memasak dengan tungku dan kayu bakar berjalan bersama kebutuhan memperkenalkan produknya kepada pelanggan baru. Penghargaan yang diterima kini diharapkan membantu mempertemukan kuliner yang bertahan sejak 1965 itu dengan generasi penikmat berikutnya.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork