Secercah Asa dalam Semangkuk Bubur Legenda Kota Bandung

Secercah Asa dalam Semangkuk Bubur Legenda Kota Bandung

Siti Nurhaliza Safitri - detikJabar
Rabu, 14 Okt 2026 09:30 WIB
Bubur Bejo
Bubur Bejo (Foto: Siti Nurhaliza Safitri/detikJabar).
Bandung -

Kota Bandung telah dikenal sebagai surganya wisata kuliner yang mampu memikat banyak pelancong. Bubur Bejo merupakan salah satu legenda kuliner Kota Bandung yang telah berdiri sejak 1980. Walau begitu, usaha ini rupanya tengah berada di ambang ketidakpastian.

Banyak orang mungkin menyangka "Bejo" merupakan nama dari pemilik usaha tersebut. Namun sebenarnya, perintis bubur tersebut bernama Dasno yang berasal dari Kota Semarang. "Bejo" sendiri adalah singkatan dari "Belakang Jogja" sebab pada mulanya usaha ini berlokasi di Jalan Sunda, tepatnya berada di belakang supermarket Yogya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bubur Bejo saat ini berlokasi di Jalan Baranangsiang dan memiliki cabang di depan Pasar Kosambi. Menu yang ditawarkan cukup beragam dan relatif terjangkau. Pelanggan dapat menikmati seporsi bubur ayam biasa dengan hanya mengeluarkan Rp15.000 saja, sedangkan apabila ingin menikmati menu komplit dihargai sebesar Rp25.000. Selain bubur, pelanggan juga dapat menyantap bakso walau hanya tersedia di cabang utama.

Keunikan Bubur Bejo sendiri terletak pada cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang cenderung padat. Selain itu, topping yang ditawarkan juga cukup beragam, mulai dari ayam, cakwe, telur, hingga ati ampela. Ditambah pula, Bubur Bejo cabang utama buka selama 24 jam sehingga bisa menjadi santapan di segala waktu.

Walau telah menyapa pelanggan selama 46 tahun, tentu banyak rintangan yang telah diterjang. Salah satu karyawan, Muliana, bercerita bahwa saat ini Bubur Bejo tengah mengalami kemunduran omzet. Ia mengungkapkan hal tersebut telah terjadi pasca wabah Covid-19 melanda seluruh dunia.

"Hitungan kasarnya dulu per 12 jam bisa terjual sampai 500 porsi. Sekarang setelah corona melanda paling cuma 100 porsi dari jam 6 pagi sampai 6 sore," jelas Muliana saat diwawancarai, Senin (12/10/2026).

Muliana sendiri mengaku telah menjadi karyawan sejak 15 tahun silam. Selama bertugas di Jalan Baranangsiang, ia menyaksikan banyak pelanggan datang dan pergi. Muliana bercerita bahwa salah satu pelanggannya telah membeli Bubur Bejo sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini telah dewasa dan memiliki buah hati.

"Tapi mereka memang enggak datang setiap hari, paling waktu musim liburan saja. Pelanggan datang silih berganti tapi saya masih tetap di sini," ujarnya lebih lanjut.

Di sisi lain, Irfan merupakan pegawai Bubur Bejo yang berlokasi di depan Pasar Kosambi mengungkapkan, jumlah pelanggan yang datang memang tergantung situasi. Ia bercerita bahwa akhir pekan merupakan waktu yang padat sehingga satu langseng bubur dapat laku terjual.

Tak dapat dipungkiri jika setiap usaha tentu terdapat tantangan di dalamnya. Walau begitu, baik Muliana maupun Irfan berharap bahwa Bubur Bejo bisa menemukan jalannya kembali untuk bangkit seperti sedia kala.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Keunikan Dessert Pizza Ice Cream di Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads