5 Kuliner Legendaris Bandung yang Buka hingga Subuh

Yogi Bagus Prasetyo - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 10:00 WIB
Mencicipi Perkedel Bondon, Kuliner Malam Ikonik Bandung Sejak 1980 (Foto: Andi Annisa DR/detikfood)
Bandung -

Mengisi perut yang keroncongan di tengah malam atau sekadar mencari kehangatan usai menembus dinginnya angin malam bersama kawan sudah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup warga Bandung.

Mulai dari hidangan manis beraroma bakar yang melegenda hingga sajian pedas yang sanggup melipatgandakan suhu tubuh, warung-warung kaki lima hingga kedai sederhana siap melayani porsi demi porsi hingga menjelang fajar menyingsing.

Bagi detikers para pencari makan larut malam yang enggan tidur dengan perut kosong, berikut adalah lima destinasi kuliner malam legendaris di Bandung yang siap menjadi penyelamat di kala subuh mendekat.

1. Perkedel Bondon

Mencicipi Perkedel Bondon, Kuliner Malam Ikonik Bandung Sejak 1980 Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Perkedel Bondon merupakan salah satu kuliner malam paling ikonik di Bandung yang telah eksis sejak era 1980-an. Warung ini baru membuka lapaknya pukul 22.30 WIB dan beroperasi hingga pukul 02.00 WIB, menjadikannya pilihan sempurna bagi para pencari makan larut malam.

Terletak di Jalan Stasiun Timur Nomor 26, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Perkedel Bondon menyajikan perkedel kentang yang dimasak secara tradisional di atas bara api arang. Proses memasak di atas arang inilah yang memberikan aroma khas dan tekstur renyah di luar, namun lembut di dalam.

Meskipun hanya bermodal gerobak sederhana, tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pekerja yang baru pulang malam.

Keunikan Perkedel Bondon tidak hanya pada rasa, tetapi juga pada konsep operasionalnya yang hanya buka pada malam hari. Tradisi ini telah dipertahankan selama lebih dari empat dekade, menjadikannya bagian dari identitas kuliner malam Bandung.

2. Bubur Ayam Bejo

Bubur Ayam Bejo adalah legenda kuliner Bandung yang telah berdiri sejak tahun 1978 dan beroperasi 24 jam nonstop, kecuali pada hari libur nasional. Terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223, Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, tempat ini menjadi penyelamat bagi siapa saja yang lapar di tengah malam.

Meskipun bernama "bubur", warung ini justru lebih ramai pada malam hari. Bubur yang disajikan memiliki tekstur kental tanpa kuah kuning, dilengkapi dengan topping ayam suwir, cakwe, telur, tahu goreng, dan sate ati ampela. Pengunjung dapat menyesuaikan porsi dan topping sesuai selera, dengan harga antara Rp15.000 dan Rp 25.000 per porsi.

Sistem operasional 24 jam dengan shift kerja membuat Bubur Ayam Bejo selalu siap melayani pelanggan kapan pun, termasuk saat subuh. Oleh karenanya, tempat ini menjadi favorit tidak hanya untuk makan malam, tetapi juga untuk sarapan pagi sebelum memulai aktivitas.

3. Kue Balok Kang Didin

Kue Balok Kang Didin di Bandung. Foto: Elia Amaliana/detikJabar

Bagi pecinta jajanan manis, Kue Balok Kang Didin di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 52, Cicendo, merupakan pilihan tepat untuk menemani malam. Warung legendaris ini buka 24 jam dan terkenal dengan kue balok panggangnya yang lembut di dalam dan renyah di luar.

Kue balok sendiri merupakan jajanan tradisional berbentuk kotak yang terbuat dari adonan tepung dengan berbagai isian seperti cokelat, keju, atau kacang. Kang Didin menyajikan kue balok dengan proses pemanggangan yang membuatnya memiliki tekstur khas dan aroma harum.

Selain kue balok, tempat ini juga menyediakan minuman hangat seperti cokelat, kopi jahe merah, cokelat panas, dan berbagai varian minuman kekinian lainnya.

Lokasinya yang strategis di kawasan Cicendo membuat Kue Balok Kang Didin mudah diakses dari berbagai arah di Bandung. Tempat ini sering menjadi tujuan akhir setelah berkeliling kota atau sekadar tempat nongkrong santai di malam hari.

4. Nasi Kuning Pungkur 216

Nasi Kuning Pungkur 216 telah menjadi ikon kuliner malam Bandung sejak tahun 1993. Berlokasi di Jalan Pungkur Nomor 216, Ciateul, Kecamatan Regol, warung tendaan ini buka mulai pukul 19.30 hingga pukul 03.00 dini hari.

Keunikan tempat ini terletak pada konsep prasmanan dengan berbagai lauk pauk rumahan yang dapat dipilih sesuai selera. Menu utama adalah nasi kuning yang baru tersedia mulai pukul 21.00 WIB, disertai dengan berbagai lauk seperti ayam goreng, perkedel, orek tempe, telur balado, dan sayuran. Harga yang terjangkau dan porsi yang mengenyangkan membuat tempat ini selalu ramai, terutama pada akhir pekan.

Suasana santai dengan kursi plastik dan meja sederhana menciptakan atmosfer khas kuliner kaki lima Bandung yang autentik. Pengunjung dapat menikmati makan malam sambil berbincang dengan teman atau keluarga hingga larut malam.

5. Sate Asin Pedas alias Sate DJ

Sate DJ di Bandung Foto: Dok. Grab

Jika Jakarta memiliki sate taichan, Bandung punya sate asin pedas yang tak kalah nikmat. Kuliner ini menjadi pilihan populer bagi pencari makan malam, dengan beberapa warung yang buka hingga tengah malam, bahkan subuh. Salah satu lokasi terkenal berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, dekat Pasar Andir.

Sate asin pedas ini disajikan dengan daging ayam yang dibakar dan dilumuri bumbu pedas yang menyengat. Cita rasa gurih dari sate dipadukan dengan pedasnya bumbu menciptakan kombinasi yang membuat ketagihan. Tempat ini biasanya mulai ramai setelah pukul 21.00 WIB dan tetap buka hingga dini hari, terutama pada akhir pekan.

Warung sate asin pedas sering dijadikan tempat berkumpulnya anak muda Bandung untuk menikmati malam sambil menyantap sate panas-panas. Harga yang terjangkau, sekitar Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per porsi, menjadikannya pilihan ekonomis untuk makan malam.

Bagi detikers yang berkunjung ke Bandung atau sekadar ingin merasakan suasana malam kota ini, kelima tempat tersebut dapat menjadi destinasi wajib. Selain rasanya yang lezat, pengalaman menikmati kuliner di tengah malam dengan suasana khas Bandung akan memberikan kenangan tersendiri yang sulit dilupakan.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork