Saat Croissant Bertemu Rendang di Rendez-vous Rasa Bandung

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Jumat, 25 Sep 2026 06:30 WIB
Croissant topping rendang dan opor ayam (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Pertemuan cita rasa kuliner Prancis dan Indonesia hadir di Kota Bandung. Sejumlah chef dari restoran dan kafe di Bandung berkumpul dalam Rendez-vous Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026 untuk memperkenalkan kreasi kuliner yang memadukan makanan dari dua negara tersebut.

Kegiatan tersebut berlangsung di The 18th Restaurant and Lounge, The Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (23/9/2026). Dari ketinggian, suasana Kota Bandung yang sejuk menjadi latar pertemuan para pelaku kuliner yang membawa sajian dengan cerita masing-masing.

Salah satunya seperti The Trans Luxury Hotel Bandung yang menyuguhkan kreasi pastry ala Prancis dengan kuliner khas Nusantara dalam tajuk "La Haute". Kudapan tersebut memadukan croissant dengan topping rendang dan opor ayam.

Croissant topping rendang dan opor ayam Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

"Di sini kita taruh nama La Haute dengan konsep cross-culturing antara French dengan Indonesian," ujar Sous Chef Trans Luxury Hotel Bandung Adill Martino Timotius.

Dalam sajian itu, croissant berukuran kecil dipadukan dengan topping potongan daging rendang dan opor ayam yang diiris dadu.

Tak diduga, tekstur pastry yang renyah dan lembut berpadu pas dengan rasa gurih, kaya rempah, dan aromatik dari bumbu rendang dan opor.

Croissant topping rendang dan opor ayam Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

Menurut Adill, kreasi tersebut ingin menunjukkan bahwa makanan Indonesia juga dapat diolah dengan pendekatan kuliner Barat maupun Prancis tanpa kehilangan karakter aslinya.

"Kita mau menunjukkan kalau sebenarnya makanan Indonesia kalau dibuat ke Western atau ke French style itu masih bisa," katanya.

Selain itu, terdapat pula sajian dari resto Butterpie yang membawa konsep pertemuan antara Paris dan Bandung.

Pemilik Butterpie, Neni Akhiryani, bahkan memberi tema khusus pada kreasi yang mereka bawa dalam Rendez-vous Rasa tahun ini, yakni "Paris Rendez-vous Rasa" dengan sentuhan "Paris et Bandung".

Neni memilih sejumlah bahan lokal untuk dipertemukan dengan menu bergaya Prancis. Salah satunya adalah singkong yang digunakan sebagai pengganti kentang dalam sajian main course.

Salah satu kreasi Butterpie adalah puree au manioc yang dibuat dari singkong alih-alih kentang. Puree singkong tersebut diolah menyerupai mashed potato.

Kreasi menu Paris-Bandung ala Butterpie Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

Puree kemudian dipadukan dengan coq aux canneberges, menu ayam khas Prancis yang menjadi salah satu sajian mereka.

"Puree ini kita gabungkan dengan menu coq aux canneberges yang sudah jadi andalan di Butterpie. Makanan ini aslinya pakai wine, tapi versi halalnya kita ganti dengan cranberry," jelasnya.

Selain kreasi berbahan singkong, Butterpie juga membawa brioche, pastry ala Prancis, yang dipadukan dengan nanas Subang. Bahan lokal tersebut menjadi bagian dari eksplorasi untuk melihat bagaimana pangan khas tanah Sunda bertemu teknik memasak Prancis.

"Saya sangat senang jadi bisa bereksperimen. Karena sudah biasa bikin (masakan Prancis), jadi sudah kebayang kira-kira cocok nih bahan-bahannya" paparnya.

Selain The Trans Luxury Hotel dan Butterpie, suasana Rendez-vous Rasa di Bandung juga diramaikan oleh berbagai restoran, hotel, dan kafe lainnya. Salah satunya Eskalasi Kopi yang menghadirkan croissant dengan isian cream cheese dan dressing salted caramel yang gurih.

Sejumlah tenant lain yang berpartisipasi antara lain Warung Ubi Ibu, 19Lorimer, Le Petit Chef Hilton, Padma Hotel, Open Restaurant by Ibis, Swiss-Bell Hotel, Zest Sukajadi Hotel, dan sejumlah pelaku kuliner lainnya.

Sajian Indonesia-Prancis 19Lorimer Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

Adapun festival ini menjadi bagian dari rangkaian Rendez-vous Rasa 2026 yang digelar secara nasional pada 23 September hingga 4 Oktober 2026.

Program tersebut diselenggarakan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan Institut Francais d'Indonesie (IFI), bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pariwisata Indonesia serta Jaringan Gastronomi Indonesia.

"Kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang gastronomi adalah tentang membangun hubungan baik jangka panjang antara tradisi kuliner, profesional, dan generasi muda, sekaligus berkontribusi pada pelestarian dan pembaruan warisan gastronomi kita," ungkap Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone.

Masyarakat Kota Bandung nantinya akan dapat menikmati menu-menu kolaborasi Indonesia-Prancis di berbagai resto dan kafe yang berpartisipasi dalam program ini selama dua pekan ke depan.

Di tingkat nasional, terdapat sekitar 150 restoran di 40 kota yang turut mengikuti gelaran Rendez-vous Rasa 2026.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork