Terpapar Abu Vulkanik? Ini Makanan yang Bantu Lawan Inflamasi

Terpapar Abu Vulkanik? Ini Makanan yang Bantu Lawan Inflamasi

detikHealth - detikJabar
Senin, 14 Sep 2026 08:00 WIB
Tomato juice in a glass and fresh tomatoes
Ilustrasi jus tomat. (Foto: Getty Images/YelenaYemchuk)
Bandung -

Abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Paparan abu juga dapat mengancam kesehatan, terutama saluran pernapasan.

Partikel abu vulkanik yang berukuran sangat kecil dapat terhirup dan mengiritasi saluran napas. Paparan dalam waktu lama juga dapat memicu stres oksidatif dan respons inflamasi pada tubuh.

Selain mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat perlu menjaga asupan makanan bergizi untuk membantu tubuh menghadapi dampak paparan abu vulkanik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spesialis gizi klinik dr. Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, mengatakan sejumlah makanan dapat membantu tubuh menghadapi stres oksidatif dan inflamasi. Namun, ia menegaskan tidak ada makanan yang mampu membersihkan abu dari paru-paru.

ADVERTISEMENT

"Abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang ketika terhirup dapat mengiritasi saluran napas dan memicu stres oksidatif serta respons inflamasi," kata dr Raissa dari unggahan akun Instagram-nya, dikutip atas izin yang bersangkutan.

Dari sisi nutrisi, masyarakat dapat memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Pilih buah serta sayuran dengan beragam warna karena sejumlah bahan pangan tersebut mengandung vitamin dan antioksidan.

"Perbanyak buah dan sayuran yang berwarna-warni, seperti jeruk, kiwi, jambu biji, pepaya, tomat, paprika, brokoli, sampai sayuran hijau yang mengandung vitamin C, karotenoid, dan berbagai antioksidan," kata dr Raissa.

Masyarakat juga dapat menambahkan makanan yang kaya vitamin E ke dalam menu harian. Almond, kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat menjadi beberapa contoh sumber vitamin E.

"Vitamin E merupakan antioksidan yang banyak diteliti kaitannya terhadap stres oksidatif," kata dr Raissa.

Selain buah, sayuran, dan kacang-kacangan, konsumsi sumber asam lemak omega-3 juga dapat menjadi pilihan. Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel mengandung EPA serta DHA yang memiliki efek antiinflamasi.

dr. Raissa juga mengingatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan cairan. Konsumsi air yang cukup membantu menjaga hidrasi tubuh dan mukosa.

"Tapi ingat, minum banyak air bukan berarti abu yang sudah masuk akan tercuci," tutur dr Raissa.

Masyarakat juga perlu memastikan makanan dan air tidak terkontaminasi abu vulkanik. Cuci buah dan sayuran dengan baik sebelum mengonsumsinya. Selain itu, lindungi makanan dan sumber air dari paparan abu.

"Jadi, bukan cari makanan detoks paru, tapi fokuslah pada makanan bergizi seimbang yang kaya akan buah, sayur, sumber lemak sehat, dan juga protein, sambil mengurangi paparan abu itu sendiri," tambahnya.

Meski asupan bergizi dapat membantu menjaga kondisi tubuh, perlindungan utama tetap dengan mengurangi paparan abu vulkanik. Masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika abu vulkanik masih menyebar.

"Jangan lupa juga untuk menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar rumah," pungkas dr Raissa.

Baca berita selengkapnya di detikHealth.



(elk/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads