Perut terasa penuh setelah makan, kembung, mual, atau nyeri di ulu hati bisa muncul ketika sistem pencernaan sedang bermasalah. Keluhan semacam ini bukan hal yang asing dan dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.
Pilihan makanan pun dapat ikut memengaruhi kondisi saluran pencernaan. Karena itu, selain memperhatikan pola makan, sejumlah bahan yang sudah akrab di dapur ternyata berpotensi membantu menjaga kenyamanan perut.
Jahe menjadi salah satu rempah yang paling sering dikaitkan dengan kesehatan pencernaan. Namun, bukan hanya jahe yang memiliki senyawa dengan potensi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa rempah lain yang dapat menjadi pelengkap pola makan untuk mendukung pencernaan, mulai dari kunyit, biji adas, jinten, adas manis hingga peppermint.
Dilansir detikFood yang mengutip Real Simple, berikut lima rempah yang memiliki potensi membantu mengatasi sejumlah gangguan pencernaan.
1. Kunyit
Kunyit selama ini lebih dikenal sebagai bumbu yang memberikan warna dan aroma khas pada masakan. Di balik itu, rempah berwarna kuning tersebut memiliki sifat anti-inflamasi yang membuatnya banyak diteliti untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk gangguan pencernaan.
Jenna Volpe, ahli diet dan herbal dari Austin, Texas, mengatakan kunyit dapat menjadi pilihan bagi orang dengan kondisi yang berkaitan dengan peradangan pada saluran pencernaan.
"Sifat anti-inflamasi pada kunyit cocok untuk orang dengan penyakit radang usus atau inflamasi saluran pencernaan secara fungsional," jelas Volpe.
Kunyit juga disebut dapat membantu proses pencernaan lemak. Efek tersebut dinilai mirip dengan jahe ketika dikonsumsi sekitar 15-20 menit sebelum makan.
Volpe menambahkan, "Kunyit cenderung lebih aman dan tidak memicu gejala mulas atau refluks bagi sebagian orang dibanding jahe,"
2. Biji Adas
Biji adas telah lama digunakan dalam berbagai tradisi pengobatan dan kuliner untuk membantu menjaga pencernaan.
"Biji adas terkenal dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Ayurveda karena sifatnya yang mendukung pencernaan," ujar Volpe.
Di sejumlah negara Asia Tenggara, biji adas juga biasa dikonsumsi setelah makan. Rempah ini dikaitkan dengan kemampuan membantu mengurangi rasa penuh, mual, serta dispepsia atau rasa tidak nyaman dan nyeri pada ulu hati.
Tak hanya bijinya, bagian lain dari tanaman adas juga dapat dikonsumsi. Umbi dan tangkainya memiliki kandungan nutrisi serta sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
3. Jinten
Jinten atau cumin merupakan rempah yang begitu dekat dengan berbagai hidangan dari India, Timur Tengah hingga Meksiko. Aromanya yang khas membuatnya mudah dikenali, sementara penggunaannya dalam pengobatan tradisional telah berlangsung sejak lama.
Selain memperkaya rasa masakan, jinten juga memiliki potensi untuk membantu proses pencernaan.
"Ada bukti klinis bahwa jinten dapat meningkatkan pencernaan dan aktivitas enzim pencernaan (a-amilase), membantu pemecahan nutrisi, mengurangi kembung dan gas," ujar Yi Min Teo, ahli diet dari Los Angeles.
Penelitian pada 2023 juga menunjukkan adanya potensi manfaat jinten terhadap metabolisme dan kesehatan jantung.
Namun, bukti mengenai dosis dan efektivitas jinten masih belum seragam. Uji klinis yang tersedia juga masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaatnya secara lebih pasti.
4. Adas Manis
Bagi orang yang sering mengalami gangguan pencernaan seperti kembung dan rasa tidak nyaman di perut, adas manis dapat menjadi salah satu rempah yang menarik perhatian.
Adas manis masih satu keluarga dengan tanaman peterseli dan memiliki rasa yang menyerupai licorice. Rempah ini juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.
Volpe mengatakan terdapat penelitian yang menunjukkan potensi adas manis terhadap gejala sindrom iritasi usus atau IBS.
"Penelitian menunjukkan adas manis lebih efektif dibanding plasebo atau obat untuk meredakan gejala IBS," jelas Volpe.
Dalam sejumlah penelitian, kapsul minyak adas yang dikonsumsi sebelum makan dikaitkan dengan berkurangnya gas, kembung, dan rasa tidak nyaman pada perut.
Adas manis juga memiliki sejumlah senyawa yang telah diteliti karena sifat antivirusnya. Ekstraknya bahkan digunakan dalam penelitian terkait penanganan gejala flu.
5. Peppermint
Jika jahe memberikan sensasi hangat, peppermint justru menawarkan sensasi dingin dan menyegarkan. Namun, manfaatnya terhadap sistem pencernaan tidak sekadar memberikan rasa segar.
Peppermint cukup banyak mendapat perhatian dalam penelitian mengenai sindrom iritasi usus atau IBS.
"Ekstrak daun peppermint dalam kapsul lepas lambat terbukti membantu penderita IBS dalam beberapa studi klinis kecil," jelas Volpe.
Analisis meta pada 2019 juga mendukung adanya manfaat peppermint, terutama dalam membantu mengurangi nyeri perut pada penderita IBS.
Minyak peppermint juga telah diteliti terkait dengan dispepsia atau gangguan pencernaan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian atas perut.
"Meski masih perlu penelitian lebih lanjut, peppermint layak dicoba," tambah Volpe.
Artikel ini telah tayang di detikFood.
