Makanan gurih dan asin kerap menjadi pilihan untuk memanjakan lidah. Mulai dari jajanan, saus, hingga makanan yang menggunakan penyedap rasa atau micin, semuanya mudah ditemukan dalam menu sehari-hari.
Namun, konsumsi garam atau natrium secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Pasalnya, tubuh hanya membutuhkan natrium dalam jumlah terbatas.
Melansir detikHealth, Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan batas konsumsi natrium harian yang dianjurkan adalah 2.000 miligram. Jumlah tersebut setara dengan sekitar satu sendok teh garam dapur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau natrium itu per hari kan 2.000 miligram per hari, itu setara dengan satu sendok teh garam dapur. Kan itu sedikit banget," terang dr Yaze.
Persoalannya, asupan natrium tidak hanya berasal dari garam yang ditambahkan saat memasak. Natrium juga terdapat dalam berbagai makanan olahan, jajanan, saus, dan penyedap rasa.
"Dan itu dapatnya bukan dari makanan saja, termasuk dari jajanan, dari saus, dari micin lagi. Nah itu harusnya totalnya semua 2.000 mg. Tapi, pasti kebanyakan orang konsumsi lebih dari itu," sambungnya.
Mengapa Natrium Berlebih Bisa Menaikkan Tekanan Darah?
Menurut dr. Yaze, terlalu banyak natrium yang masuk ke tubuh dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan atau mengalami retensi cairan.
Kondisi tersebut terjadi karena tubuh berupaya menjaga keseimbangan natrium. Salah satunya dengan mempertahankan cairan sehingga konsentrasi natrium dapat dikendalikan.
Ketika volume cairan di dalam pembuluh darah meningkat, tekanan pada dinding pembuluh darah juga dapat meningkat.
"Jadi akhirnya bisa terjadi retensi cairan, jadi cairannya terjebak di pembuluh darah. Akhirnya tensinya jadi naik nih, karena kebanyakan air," tutur dr Yaze.
"Sebenarnya kenapa terjadi retensi cairan, gara-gara dia ingin membantu ginjal untuk menyaring natrium yang kebanyakan tadi kan. Tapi, gara-gara terlalu banyak air ya tensinya akan naik," lanjutnya.
Ginjal Ikut Bekerja Lebih Keras
Dampak konsumsi natrium berlebihan tidak hanya berkaitan dengan tekanan darah. Ginjal juga memiliki peran penting dalam mengatur kadar natrium dan cairan di dalam tubuh.
Jika asupan natrium terus-menerus berlebihan, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihannya. Dalam jangka panjang, pola makan tinggi garam dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama hipertensi dan penyakit ginjal kronis.
Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama juga dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
"Terus jangka panjangnya ya hipertensi, lama-lama bisa terjadi stroke juga karena ada penyempitan, terus pasti gangguan ginjal, terus bisa jadi terjadi CKD juga," pungkas dr Yaze mewanti-wanti.
Karena itu, membatasi makanan tinggi garam bukan berarti harus menghilangkan rasa gurih dari makanan. Yang lebih penting adalah memperhatikan total asupan natrium dalam sehari, termasuk yang berasal dari makanan olahan, saus, camilan, dan penyedap rasa.
Artikel ini sudah tayang di detikHealth, selengkapnya di sini
