Mengubah Citra Jamu Jadi Minuman Hits Anak Muda Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 17 Agu 2026 10:00 WIB
Minuman Rempah Kekinian di Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar_
Bandung -

Kota Kembang Bandung seolah tak pernah kehabisan cara untuk memanjakan para pencinta ruang komunal. Di sini, gaya hidup sehat tak lagi identik dengan sesuatu yang membosankan atau kaku.

Begitu melangkah masuk ke gerai Minum Rempah Indonesia (MRI), indra penciuman langsung disambut aroma hangat rempah yang menenangkan, berpadu apik dengan desain interior modern yang lazim ditemui di kedai kopi populer. Tempat ini menjadi jawaban bagi mereka yang mendambakan kesegaran seduhan herbal alami tanpa harus kehilangan momen nongkrong yang seru bersama kolega.

Baru-baru ini, suasana hangat tersebut terasa kental saat detikJabar mengunjungi salah satu gerainya di kawasan Margahayu Raya, tepatnya di Jalan Pluto Raya, Kota Bandung. Dibandingkan cabang lainnya, gerai ini tampil lebih luas dengan bangunan dua lantai. Lantai dasar dipenuhi deretan kursi dan meja yang nyaman untuk bersantai, sementara lantai dua difungsikan sebagai ruang pelatihan, lengkap dengan fasilitas penunjang seperti toilet dan mushola.

Di sela kunjungan tersebut, Founder Minum Rempah Indonesia, Buyung Salbi Alghifari, membagikan kisah di balik layar lahirnya jenama minuman rempah modern ini.

"MRI itu outlet minuman rempah kekinian. Dengan positioning kita untuk bantu atasi keluhan tubuh, terutama yang usia muda gitu. Maka kita juga dalam bikin menu juga disesuaikan manfaatnya dengan kebutuhan kesehatan anak muda, usia muda gitu ya," katanya.

Perjalanan MRI dimulai pada 4 Juli 2021, sebuah periode yang menantang di tengah hantaman pandemi COVID-19. Buyung mengenang bagaimana bisnis yang baru seumur jagung itu harus berhadapan dengan kebijakan PPKM yang diberlakukan pemerintah pada 21 Juli 2021. Namun, keteguhan hatinya berbuah manis.

"Outlet yang pertama itu, bukan outlet ya, lebih ke gerobak pertama. Gerobak pertama di Cibaduyut. Kemudian di bulan Maret tahun berikutnya, beberapa bulan saja, itu langsung buka jadi 6," ujarnya.

Minuman Rempah Kekinian di Bandung Foto: Wisma Putra/detikJabar

Ekspansi MRI sempat menjangkau luar kota seperti Lampung dan Bekasi, hingga merambah kawasan Cihanjuang dan Dago. Namun, perjalanan tak selalu mulus. Beberapa cabang terpaksa gulung tikar karena kendala operasional pada sistem kemitraan (franchise) yang kala itu sepenuhnya dikelola oleh mitra.

Transformasi dan Inovasi yang Terus Tumbuh

Tak mau menyerah, Buyung bersama sang istri, Desti Nopianti, terus memutar otak. Inovasi dilakukan, termasuk mengubah konsep jualan dari sekadar gerobak menjadi gerai fisik yang menyerupai coffee shop.

"Awalnya kita enggak setting seperti ini, karena memang kan kita awalnya gerobakan. Kemudian kita dapat testimoni dari customer katanya agak sempit, enggak enak buat dine in, maka kita sedikit bikin outlet yang kecil. Tapi kemudian ya coba kita bikin outlet yang seating capacity-nya waktu itu Antapani yang pertama, itu sekitar 16 seating capacity. Kemudian diikuti DU sekitar 22, dan kemudian di Cimahi juga sekitar 16 seating capacity. Yang ini paling besar, di MRI Margahayu, 24, cuman kita masih ada lantai 2," ungkapnya.

Hingga memasuki tahun 2026 ini, MRI telah mengoperasikan 14 gerai yang tersebar di wilayah Bandung Raya. Buyung memilih untuk fokus memperkuat pasar lokal hingga tahun 2027 mendatang sebelum kembali melirik ekspansi ke luar kota. Pertumbuhan ini juga berdampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja.

"Awal saya yang bikin sendiri, yang dorong gerobak, sama ada satu yang bantu karyawan gitu, sama istri konten kreator. Sekarang cabang sudah banyak, karyawan juga," ujarnya.

Kini, struktur organisasi MRI semakin solid. "Sekarang ya, sekarang di MRI untuk di head office ada 23 orang, di lapangan ada sekitar 80-an. Dari total mungkin mau 100 lebih. Alhamdullilah," tambahnya.




(wip/dir)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork