Tidak semua bahan pangan maupun bumbu dapur memiliki aroma yang harum. Beberapa di antaranya justru mengeluarkan bau menyengat hingga dapat disalahartikan. Salah satunya bahkan sempat membuat seorang warga mengira ada jenazah di sebuah apartemen, sehingga ia memutuskan menghubungi pihak kepolisian.
Selama ini bumbu masakan identik dengan fungsi menambah kelezatan dan menghadirkan aroma menggugah selera. Namun, tidak semua bumbu memiliki karakter wangi. Ada sejumlah bahan yang justru mengeluarkan bau tajam atau kurang sedap.
Aroma yang tidak biasa tersebut berasal dari kandungan senyawa alami di dalam bahan yang berubah saat diproses atau dimasak. Selain itu, proses fermentasi pada beberapa bumbu juga dapat menghasilkan bau yang sangat kuat. Bahkan, ada bahan dapur yang aromanya begitu menyengat hingga sering dianggap menyerupai bau bangkai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah seorang perempuan bernama Chen, warga Provinsi Guangdong, membagikan pengalamannya melalui media sosial pada 14 Juli 2027. Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa salah seorang tetangganya meminta polisi datang untuk memeriksa unit tempat tinggalnya.
Tetangga Chen mengaku mencium bau busuk yang sangat menyengat dari area sekitar apartemen. Karena aroma itu dianggap mirip dengan bau jasad yang telah membusuk, ia khawatir telah terjadi sesuatu yang serius. Atas dasar kecurigaan tersebut, ia kemudian melaporkan temuannya kepada kepolisian agar dilakukan pemeriksaan di gedung tempat mereka tinggal.
Baunya dari Cuka
Ternyata, aroma busuk yang dianggap seperti mayat itu bukan berasal dari mayat asli. Di saat kejadian, Chen sedang memasak sup yang mengandung cuka tradisional khas Guangdong. Cuka tersebut memang terkenal beraroma busuk dan menyengat, lapor scmp.com (22/7).
"Tetangga saya mengira saya sedang memasak mayat #kekuatan cuka yang bau," ujar Chen.
Cuka yang dipakai oleh Chen dalam supnya adalah stinky vinegar yang dikenal juga sebagai cuka panjang umur. Cuka ini diyakini sebagai bahan masakan tradisional Guangdong yang memiliki sejarah panjang.
Chen pun tak menyangka jika polisi sampai datang ke unit rumahnya hanya karena dianggap memasak mayat berbau busuk.
Kesalahpahaman di lingkungan perumahan Chen memicu reaksi beragam dari netizen.
"Ini pertama kalinya saya mendengar bahwa memasak sup bisa disalahartikan sebagai kejahatan. Tetangga itu jenius," ujar seorang netizen.
"Cuka panjang umur itu baunya sangat menyengat. Anak saya pernah memasak ceker ayam dengan cuka itu, dan jari-jarinya berbau sangat tidak sedap setelahnya," ujar netizen lain.
Menurut legenda, cuka berbau ini ditemukan ketika seorang pria miskin meminta makanan dan menyimpan nasi gorengnya dalam sebuah stoples untuk persediaan makanan di masa mendatang bagi ibunya yang sakit.
Karena pria tersebut tinggal di rumah tak layak, akhirnya stoples berisi nasi atau beras ini dipenuhi air hujan, menyebabkan beras di dalamnya berfermentasi dan mengeluarkan bau busuk.
Suatu hari ketika ia tidak mendapat makanan, ia memasak nasi tersebut dan memberikannya ke ibunya. Tak disangka, ibunya sembuh setelah beberapa hari.
Orang-orang menyadari bahwa air berbau busuk itu memiliki khasiat penyembuhan, yang mendorong pria itu untuk membuka toko bernama 'Stinky vinegar.' Ia lalu membagikan pengetahuannya tentang pembuatan cuka tersebut ke komunitas.
Kini cuka berbau busuk atau stinky vinegar diakui sebagai warisan budaya tak benda di beberapa wilayah Guangdong, termasuk distrik Huadu di Guangzhou dan wilayah Fogang.
Huang Wihua, pewaris resmi resep cuka berbau menyengat di Huadu menjelaskan jika ia menggunakan pecahan bulir beras sebagai sumber utama. Lalu ia menumisnya lebih dari 40 menit hingga warnanya keemasan. Barulah ia menempatkannya di stoples berisi air bawah tanah yang mengalir alami atau air sumur alami untuk difermentasi selama tiga bulan.
Bagi sebagian orang, bau tersebut mungkin dianggap kurang menyenangkan, tetapi rasanya lezat.
Cuka ini memang dikenal sebagai bahan dasar untuk sup, hotpot, dan rebusan (terutama hidangan tradisional untuk pemulihan ibu setelah melahirkan). Secara tradisional, cuka ini dimasak menggunakan kaki babi, jahe, dan telur.
Artikel ini telah tayang di detikFood.
(aqr/yum)
