Memiliki nilai jual fantastis hingga menembus angka Rp16 miliar per kilogram, Da Hong Pao dinobatkan sebagai varietas teh paling mahal di jagat raya. Uniknya, pemerintah Tiongkok justru melarang keras aktivitas pemetikannya. Apa alasan di balik kebijakan tersebut?
Tiongkok memang sangat lekat dengan tradisi serta sejarah panjang minum teh. Kebiasaan menyesap teh ini bahkan memegang peranan krusial dalam membangun hubungan sosial maupun negosiasi bisnis di sana.
Sebagai produsen sekaligus kiblat teh kualitas unggulan terbesar secara global, Tiongkok menyimpan beragam jenis varietas populer. Mulai dari Longjing, Pu'er, hingga Da Hong Pao yang dikenal berharga paling fantastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keistimewaan Da Hong Pao tidak hanya terletak pada cita rasanya yang khas, melainkan juga rekam jejak historisnya. Sebagai warisan peninggalan era dinasti, teh ini dipandang layaknya aset berharga dalam industri teh dunia.
Daya tarik varietas ini kian mencuat lantaran pemetikannya untuk tujuan komersial saat ini telah dilarang sepenuhnya. Alhasil, bilapun Anda membeli Da Hong Pao sekarang, varietas yang benar-benar murni atau aslinya sudah mustahil untuk dinikmati oleh publik.
Da Hong Pao sendiri tergolong dalam keluarga teh oolong legendaris yang dibudidayakan di kawasan Pegunungan Wuyi, Provinsi Fujian, Tiongkok. Area perbukitan batu yang telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO ini memang tersohor sebagai penghasil teh kelas dunia.
Berbeda dengan teh hijau atau teh hitam, Da Hong Pao berada di antara keduanya. Teh ini menggabungkan kesegaran teh hijau degan kekayaan rasa teh hitam. Menghasilkan secangkir teh kompleks dengan aroma bunga yang sering disamakan seperti aroma anggrek segar, serta aroma panggangan, buah-buahan, dan sedikit aroma asap, lapor food.ndtv.com (22/7).
Setelah diminum teh ini menawarkan cita rasa manis alami di ujung lidah, Itulah sebabnya para penikmat teh di seluruh dunia menghargainya.
Lantas, apa yang membuatnya mahal?
Teh ini tersembunyi di antara tebing-tebing Pegunungan Wuyi dan hanya ada enam pohon Da Hong Pao asli yang dikenal sebagai pohon induknya. Tanaman kuno itu diyakini berusia ratusan tahun dan dianggap sebagai harta nasional yang tak ternilai harganya.
Karena hanya ada enam pohon, jumlah teh yang pernah diproduksi juga terbatas. Kelangkaan membuat harganya menjadi sangat mahal. Karena dianggap sebagai harta nasional, teh ini pun bisa dijual melebihi Rs 9 crore atau sekitar Rp 16 miliar per kilogramnya.
Dalam sebuah lelang yang pernah diadakan, 20 gram teh Da Hong Pao asli terjual sampai 208.000 yuan atau sekitar Rp 549.885.440. Menurut BBC, teh dari pohon induk asli ini memang harganya sudah melebihi $1.400 (Rp 25.071.200) per gram.
Selain itu, di tahun 2026 ini pemerintah China secara permanen melarang pemanenan daun teh secara komersial dari enam pohon induk asli Da Hong Pao. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan akan generasi mendatang.
Semak-semak tempat tanaman itu berada juga kini dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya China, dan tidak seorang pun diizinkan memanen teh dari pohon-pohon tersebut lagi
Jika kamu menemukan teh Da Hong Pao di pasaran, teh tersebut diproduksi dari keturunan (klon) pohon induk aslinya yang dibudidayakan dengan cermat atau dicampur menggunakan teh oolong batu Wuyi premium. Menciptakan kembali cita rasa legendaris dari teh tersebut.
Artikel ini telah tayang di detikFood
(yum/yum)
