Pernah membayangkan tape ubi ungu, selai kacang merah, dan kudapan fermentasi lainnya disajikan dalam bentuk hidangan fine dining? Pengalaman kuliner yang tidak biasa itu akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam Alkulturasa 2026, festival pangan dan budaya yang akan digelar di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 20-21 Juni 2026.
Festival tersebut merupakan wadah untuk memperkenalkan berbagai hasil riset dan inovasi pangan ITB pada masyarakat. Acara digelar lewat kolaborasi sejumlah fakultas seperti Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Fakultas Teknologi Industri melalui bidang teknologi pangan, Sekolah Farmasi, hingga Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).
"Ternyata banyak sekali hasil penelitian yang sebetulnya inspiratif. Salah satunya 'Fermenstation', makanan fermentasi yang dibuat konsep fine dining skala kecil di akhir semester. Tahun ini akhirnya dibuat lebih besar dengan nama Alkulturasa, yaitu gabungan kultur dan rasa," ungkap Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian dan Administrasi ITB Andryanto Rikrik Kusmara di ITB, Selasa (2/6/2026).
Festival yang juga menjadi bagian dari Gebyar Dies Natalis ke-67 ITB tersebut nantinya akan menghadirkan beragam kegiatan. Mulai dari pameran, diskusi, lokakarya, pertunjukan seni, aktivitas luar ruang, hingga adu masak. Pengunjung juga dapat bertemu langsung dengan akademisi, pelaku industri, komunitas, serta berbagai jenama kuliner yang akan meramaikan acara.
Fermenstation sendiri akan menjadi magnet utama acara. Rikrik memaparkan, pada sesi tersebut, tamu akan menikmati sajian fine dining yang seluruhnya berangkat dari bahan dan teknologi fermentasi.
"Teknologi-teknologi fermentasi tersebut akan diolah menjadi sajian fine dining delapan tahap. Dalam setiap sajian akan diceritakan narasi mengenai teknologi yang dikembangkan, misalnya tape, jahe yang difermentasi, dan berbagai bahan lainnya yang kemudian menjadi makanan unik," kata Rikrik.
Simak Video "Video: Ada 'Paus Raksasa' Terdampar di Pasar Seni ITB"
(mso/mso)