Gara-gara Administrasi, Hari Nelayan Palabuhanratu Hilang dari KEN

Gara-gara Administrasi, Hari Nelayan Palabuhanratu Hilang dari KEN

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 21 Mei 2026 11:30 WIB
Kirab hari nelayan Palabuhanratu 2026
Kirab hari nelayan Palabuhanratu (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Puncak perayaan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 tahun ini memiliki catatan minor. Event syukuran laut yang selalu dibanggakan sebagai ikon pesisir Sukabumi ini resmi terdepak dari daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Lepasnya status ini bukan hal sepele. Artinya, Hari Nelayan tak lagi masuk dalam radar program strategis nasional Kemenpar untuk mempromosikan destinasi wisata daerah. Singkatnya, event kebanggaan ini 'turun kasta'. Kok bisa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan lepasnya status level nasional pada perayaan tahun ini murni karena persoalan teknis administrasi saat pengusulan dan adanya masa transisi di tubuh kepanitiaan.

"Hari Nelayan tahun ini tidak dijadikan sebagai bagian dari event KEN (Kharisma Event Nusantara), yang beberapa saat yang lalu itu kemudian direkognisi gitu, diakui sebagai event di tingkat nasional. Tentu saya melihatnya hanya masalah administrasi belaka begitu. Jadi pengusulan, terus kurasi yang dilakukan, termasuk juga dokumen proposal yang relatif tidak sempurna kita dampingi para panitia yang ada karena memang masa transisi dari kepengurusan yang sudah berjalan sebelumnya, sehingga kita juga menghormati dan menghargai dinamika yang ada tadi," kata Ali saat ditemui di sela-sela kegiatan Kirab Hari Nelayan, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

Absennya Hari Nelayan dari daftar KEN ini seolah membenarkan kritik tajam dari sejumlah tokoh nelayan. Belakangan, event tahunan ini disentil karena dinilai mulai melenceng dan kehilangan ruh serta akar budayanya.

Merespons sentilan tersebut, Ali menyebut hal itu sebagai sebuah dinamika dan menjadi catatan bagi dinas yang dipimpinnya.

"Ya, tentu saja juga ini bagian dari dinamika, bagian dari tuntutan warga, bagian dari sebagian tokoh yang merasakan ada beberapa momentum yang mungkin tidak dimunculkan atau kemudian sedikit agak kurang diperlihatkan. Tapi bagi kami Dinas Pariwisata tentu saja ini menjadi ajang buat kita untuk menguatkan konsolidasi," tegasnya.

Sadar event andalannya tak lagi berlabel nasional, pihak Dinas Pariwisata kini mulai bermanuver melobi pusat. Ali mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar hingga menemui Wakil Menteri Pariwisata di Jakarta untuk 'mengamankan' tiket KEN di tahun depan.

"Tapi kemarin waktu kita berada di Provinsi Jawa Barat, termasuk waktu kita melakukan kunjungan ke Kementerian Pariwisata, termasuk kemarin kita juga ketemu dengan Wakil Menteri, juga kita sampaikan bahwa Hari Nelayan itu ikon bagi Palabuhanratu, bagi Sukabumi. Sehingga rasa-rasanya hal-hal yang sifatnya teknis administrasi berkenaan dengan pengakuan itu menjadi KEN itu kemudian bisa didampingi, agar kemudian dapat diakui kembali menjadi event tingkat nasional begitu," pungkasnya.

Warga Tetap Antusias Padati Jalan Siliwangi

Meski secara status administratif perayaan ini tak lagi berlabel nasional, polemik tersebut sepertinya tak menyurutkan antusiasme warga lokal. Berdasarkan pantauan di lokasi, lautan manusia tetap tumpah ruah merayakan hari kebesaran para pahlawan lautan ini.

Sejak pagi hari, masyarakat sudah berdesakan memadati sepanjang ruas Jalan Siliwangi untuk menyaksikan langsung kemeriahan acara. Arak-arakan peserta kirab budaya yang tampil nyentrik dengan berbagai kostum dan atribut khas nelayan ini dilepas langsung dari titik kumpul di depan Pendopo Palabuhanratu.

Rombongan kirab yang terdiri dari pemerintah, pemangku adat, budayawan, dan masyarakat ini rencananya berjalan menyusuri rute utama pusat ibu kota Sukabumi tersebut. Kemeriahan arak-arakan ini akan berakhir di titik akhir di kawasan Gadobangkong, tempat di mana puncak perayaan dan berbagai prosesi sakral adat syukuran laut dilangsungkan. Bagi warga, Hari Nelayan tetaplah pesta rakyat yang patut dirayakan dengan suka cita.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads